Selasa, 11 Maret 2014

Kuliah Studi Sosial



KONSEP DASAR ANTROPOLOGI, SOSIOLOGI DAN PSIKOLOGI SOSIAL
(MAKALAH)
MATA KULIAH STUDI SOSIAL
DOSEN          : 1. Dr. Hi. PARGITO, M.Pd
2. Dr. Hi. DARSONO, M. Pd.

OLEH:
DIAN RAMAHWATI
GUSNETTY JAYASINGA
IKA LELY IRAWATI
NIKKI TRI SAKUNG
SRI ENDAH CAHYANI
TUTUT ZATMIKO



PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, maka tugas ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan desain model pembelajaran IPS pada Program Studi Magister Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan sehingga kritik dan saran dari Bapak Dr. Hi. Pargito, M.Pd dan Dr. Hi Darsono, M. Pd sangat diharapkan dengan senang hati. Demikian tugas ini disusun semoga bermanfaat bagi semua pihak.


Metro, Oktober 2013

Penulis













DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .........................................................................          1
KATA PENGANTAR .......................................................................         2
DAFTAR ISI .......................................................................................         3
BAB 1. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ................................................................................           4
2. Rumusan Masalah ...........................................................................           5
3. Tujuan penulisan .............................................................................           5
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Konsep Dasar Antropologi ...............................................................       6
2.2 Konsep Dasar Sosiologi ....................................................................       11
2.3 Konsep Dasar Psikologi Sosial ..........................................................      18
BAB III. PENUTUP .............................................................................       26
DAFTAR PUSTAKA











BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Pengetahuan sosial merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik tingkah laku perorangan maupun tingkah laku kelompok. Ada bermacam-macam aspek tingkah laku manusia dalam masyarakat, seperti aspek budaya sikap, mental, ekonomi, dan hubungan sosial. Aspek-aspek inilah yang kemudian mengkondisikan untuk menghasilkan pengetahuan disiplin ilmu sosial dan dipelajari di sekolah.
IPS merupakan perwujudan dari satu pendekatan interdisipliner dari pelajaran ilmu-ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial antara lain: Sosiologi, Antropologi Budaya, Sejarah, Psikologi Sosial, Geografi, Ekonomi, Politik, dan Ekologi.
Hal itulah yang melatarbelakangi penulis untuk membuat makalah konsep dasar antropologi, sosiologi dan psikologi sosial. Dimana Isu perubahan sosial, terkikisnya karakter yang mengakibatkan hilangnya identity suatu negara merupakan hal yang perlu dihindari.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam makalah ini adalah:
1.        Apakah konsep dasar antropologi itu?
2.        Apakah konsep dasar sosiologi itu?
3.        Apakah konsep dasar psikologi sosial itu?


1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian dalam makalah ini adalah:
1.        Memahami konsep dasar antropologi
2.        Memahami konsep dasar sosiologi
3.        Memahami konsep dasar psikologi sosial















BAB 11
PEMBAHASAN


2.1    KONSEP DASAR ANTROPOLOGI
a.        Pengertian dan Ruang Lingkup Antropologi
Antropologi berasal dari dua kata Yunani, anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian, secara harfiah antropologi berarti ilmu tentang manusia. Para ahli antropologi sering mengemukakan bahwa antropologi merupakan studi tentang umat manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian atau pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman (Haviland, 1999:7; Koentjaraningrat, 1987:1-2). Jadi, antropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertian atau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaannnya.
Secara khusus ilmu antropologi terbagi kedalam lima sub ilmu yang mempelajari:
1.        Masalah asal dan perkembangan manusia atau evolusinya secara biologis
2.        Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia
3.        Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran aneka ragam kebudayaan manusia.
4.        Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yang diucapkan diseluruh dunia.
Berkaitan dengan pembagian kelima sub disiplin antropologi tersebut Koentjaraningrat (1981:244) membuat pembagian ilmu antropologi.
Secara makro antropologi dibagi kedalam dua bagian yaitu:
1.    Antropologi Fisik
Dalam antropologi fisik terdapat cabang ilmu peleoantropologi dan antropologi biologis
2.    Antropologi budaya
Dalam antropologi budaya terdapat cabang ilmu antropoli prehistori, etnolinguistik dan etnologi. Dalam etnologi terdapat etnologi dalam arti khusus dan antropologi sosial.
b.        Konsep Antropologi
Adapun yang merupakan contoh konsep-konsep antropologi, diantaranya:
1.        Kebudayaan
2.        Evolusi
3.        Culture area
4.        Enkulturasi
5.        Difusi
6.        Akulturasi
7.        Etnosentrisme
8.        Tradisi
9.        Ras dan etnik
10.    Stereotip
11.    Kekerabatan
12.    Magis
13.    Tabu
14.    Perkawinan

c.         Teori-Teori Antropologi
1.        Teori orientasi nilai budaya dari Kluckhon
Berdasarkan isi orientasi nilai budaya tersebut, maka dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.         Dalam kaitannya dengan makna hidup manusia, bagi beberapa kebudayaan yang menganggap bahwa hidup ini adalah sumber penderitaan maka kemungkinan variasi konsepsi orientasi nilai budayanya dirumuskan kluckhon dengan kata evil. Sebaliknya,dalam banyak kebudayaan yang menganggap hidup itu adalah sumber kesenangan dirumuskan dengan kata good.
b.        Berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, banyak kebudayaan yang mengkonsepsikan alam sedemikian dahsyat dan sempurna sehingga manusia sepatutnya tunduk saja kepadanya. Juga terdapat pula alternatif lain yang menghendaki hidup selaras dengan alam.
c.         Dalam kaitanya dengan persepsi manusia dengan waktu, ada kebudayaan yang mementingkan masa sekarang (present), sementara banyak pula yang berorientasi kemasa depan (future).
d.        Dalam kaitannya dengan makna dari pekerjan, karya dan amal perbuatan manusia, banyak kebudayaan yang menganggap bahwa manusia bekerja untuk mencari makan, selain untuk bereproduksi. Hl itu dirumuskan oleh kluchkohn dengan kata being. Dan doing untuk sebagian kebudayaan yang menganggap bahwa hidup itu luas daripada bekerja.
e.         Dalam kaitannya dengan hubungan antara sesama manusia, banyak kebudayaan yang mengajarkan sejak awal untuk hidup bergotong royong serta menghargai terhadap perilaku pemuka-pemukanya sebagai acuan kebudayaan sendiri.

2.        Teori evolusi sosiokultural paralel-konvergen-divergen Sahlins dan Harris
Beberapa penganut evolusionisme berpendapat bahwa arah kecenderungan utama dalam evolusi sosiokultural adalah bertambahnya kompleksitas masyarakat. Menurut dua antropolog yakni Marshall Sahlins (1960) dan Marvin Harris (1968) bahwa:
a.         Evolusi sosiokultural meliputi seluruh sistem sosiokultural maupun komponen-komponen yang terpisah dari sistem tersebut.
b.        Evousi sosiokultural bukanlah proses tunggal, unitary terjadi dengan cara yang sama pada seluruh masyarakat. Sebagaimana evolusi biologis, evolusi sosiokultural memiliki karakter ganda (Sahlins, 1960). Ia memperlihtkan suatu karakter umum dan pola terarah dalam semua masyarakat yang mengalaminya. Proses itu biasanya disebut evolusi umum atau general evolution (Sahlins, 1960).
c.         Pembedaan tersebut dapat dirinci sebagai evolusi paralel, evolusi konvergen dan evolusi divergen (Harris, 1968)
d.        Evolusi paralel merupakan evolusi yang terjadi dalam dua atau lebih sosiobudaya atau masyarakat yang berkembang dengan cara yang sama dan dengan tingkat yang pada dasarnya sama.
e.         Evolusi konvergen, terjadi ketika bebagai masyarakat yang semula berbeda perkembangannya, namun akhirnya mengikuti poal yang serupa kemajuannya.
f.         Evolusi divergen, terjadi ketika berbagai masyarakat yang semula mengikuti banyak persamaan yang serupa, namun akhirnya mencapai tingkat perkembangan yang jauh berbeda.

3.        Teori evolusi kebudayaan Lewis H. Morgan
Karya terpenting dari Lewis H. Morgan berjudul Ancient Society (1987) yang memuat delapan tahapan tentang evolusi kebudayaan, yaitu:
a.         Zaman liar tua, merupakan zaman sejak adanya manusia sampai menemuakan api, kemudian menemukan kepandaian meramu.
b.        Zaman liar madya, zaman dimana manusia menemukan senjata busur dan panah.
c.         Zaman liar muda, manusia menemukan barang-barang tembikar, namun kehidupannya masih berburu
d.        Zaman barbar tua, manusia pandai membuat tembikar sampai beternak dan bercocok tanam.
e.         Zaman barbar madya, manusia beternk, bercocok tanam sampai pndai membuat benda-benda dari logam
f.         Zaman barbar muda, manusia memiliki kepandaian mebuat alat dari logam sampai mengenal tulisan
g.        Zaman peradaban purba, menghasilkan peradaban klasik zaman batu dan logam
h.        Zaman peradaban masa kini, sejak zaman perdaban tua sampai sekarang
4.        Teori evolusi animisme dan magic dari Taylor dan Frazer
Secara garis besar inti dari teori ini adalah:
a.    Aninisme adalah kepercayaan pada kekuatan pribadi yang hidup dibalik semua benda.
b.    Asal mula religi adalah dari perbedaan yang tampak pada manusia antara hal yang hidup dan yang mati dan dari peristiwa mimpi (Taylor, 1871/1903;429)
c.    Manusia memecahkan beberapa persoalan hidupnya selalu dengan akal dn sistem pengetahuannya.
d.   Ilmu gaib mulanya hanya untuk mengatasi pemecahan masalah hidup manusia yang berada diluar kemampuan akal dan sistem pengetahuannya.
e.    Karena anggapan bahwa lam dihuni oleh mahluk halus timbullah agama (koenjaraningrat, 1987:54).
f.     Agama dan magic itu berbeda.
g.    Magic memiliki dua prinsip utama yaitu persamaan menimbulkan persamaan, kedua prinsip magic senggol.

5.        Teori evolusi keluarga J.J. Bachoven
Inti teori evolusi keluarga dari Bachoven tersebut bahwa seluruh keluarga diseluruh dunia mengalami perkembangan melalui empat tahapan (koentjaraningrat, 1987:38-39) sebagai berikut:
a.    Tahap promiskuitas, manusia hidup serupa binatang berkelompok, laki-laki dan perempuan berhubungan dengan bebas dan melahirkan keturunannya tanpa ikatan.
b.    Manusia sadar akan hubungan antara ibu dengan anaknya sebagai keluarga inti. Disini ibu berperan merngkap sebagai kepala keluarga. Pada sistem masyarakat luas, hal ini yang dinamakan matriachate
c.    Sistem patriachate, diamana ayah menjadi kepala keluarga.
d.   Perkawinan tidak selalu dari luar kelompok tetapi juga dari dalam kelompok.

d.        Tujuan dan Kegunaan Antropologi

Diantara ilmu-ilmu sosial dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan dan manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologis manusia dan perilakunya disemua masyarakat.Selain itu antropologi bermaksud mempelajari umat manusia secara objektif paling tidak mendekati objektif dan sistematis (Kapplan dan Manners, 1999:33).
2.2    Konsep Dasar Sosiologi
a.        Pengertian, Karakteristik dan Ruang Lingkup Sosiologi
Secara terminologi sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yakni kata socius yang berarti kawan, berkawan ataupun bermasyarakat dan logos berarti ilmu atau dapat juga berbicara tentang sesuatu. Dengan demikian, secara harfiah istilah sosiologi dapat diartikan ilmu tentang masyarakat (Spencer dan Inkeles, 1982:4; Abdulsyani, 1987:1).
Beberapa definisi sosiologi menurut para ahli:
1.        Pitirim Sorokin (1928:760-761)
2.        William Ogburn dan Meyer F. Nimkoff (1959:12-13) berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
3.        Roucekj dan Warren (1962:3) berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu tentang hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompoknya.
4.        J.A.A Van Doom dan C.J Lammers (1964:24) mengemukakan bahwa sosiologi ilmu tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
5.        Meta Spencer dan Alex Inkeles (1982:4) mengemukakan bahwa sosiologi ilmu tentang kelompok hidup manusia.
6.        David Popenoe (1983:107-108) berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu tentang interaksi manusia dalam masyarakat sebagai suatu keseluruhan.
7.        Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1982:14) menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu tentang struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.
Para sosiologi beranggapan bahwa komunitas adalah imagined (yang dibayangkan). Sebagaimana pandangan dalam sosiolog kontemporer komunitas adalah sesuatu yang dipostulatkan. Postulat tersebut menjadi kenyataan ketika tindakan dilakukan seolah-olah tindakan tersebut adalah realitas. Karena itu ada sifat saling mempengaruhi yang konstan antara aktor dan komunitas mereka yang tidak diberi prioritas didalam analisis sosiologi (Bauman, 2000:1030).
Objek kajian soiologi adalah masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok-kelompoknya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, etnis atau suku bangsa, komunitas pemerintahan dan berbagai organisasi sosial, agama, politik, budaya, bisnis dan organisasi lainnya (Ogburn dan Nimkoff,1959:13; Horton dan Hunt, 1991:4). Sosiologi pun mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal-usul pertumbuhannya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap para anggotanya. Dengan, demikian sebagai objek kajian sosiologi adalah masyarakat manusia yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses-proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.
Karakteristik sosiologi menurut Soekanto (1986:17) adalah sebagai berikut:
1.        Sosiologi merupakan bagian dari ilmu sosial.
2.        Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang bersifat kategoris
3.        Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum (nomotetik).
4.        Sosiologi merupakan ilmu sosial yang bersifat empiris, faktual dan rasional.
5.        Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak.
6.        Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umun.
Secara tematis, ruang lingkup sosiologi dapat dibedakan menjadi :
1.        Sosiologi pedesaan (Rural sociology)
2.        Sosiologi industri (Industrial sociology)
3.        Sosiologi perkotaan (Urban sociology)
4.        Sosiologi medis (Medical sociology)
5.        Sosiologi wanita (Woman sociology)
6.        Sosiologi militer (Military sociology)
7.        Sosiologi keluarga (Family sociology)
8.        Sosiologi agama (Religion sociology)
9.        Sosiologi pendidikan (Educational sociology)
10.    Sosiologi seni (sociology of art)
b.        Konsep Sosiologi
Adapun konsep-konsep yang tedapat dalam sosiologi tersebut, adalah:
1.        Masyarakat
2.        Peran
3.        Norma
4.        Saksi
5.        Interaksi sosial
6.        Konflik sosial
7.        Perubahan sosial
8.        Permasalahan sosial
9.        Penyimpangan
10.    Globalisasi
11.    Patronase
12.    Kelompok patriarki
13.    Hierarki

c.         Teori-Teori sosiologi
1.        Teori tindakan sosial dan sistem sosial Talcot Parsons
a.       Teori tindakan sosia
Dalam anaisisnya, Parsons menggunakan kerangka alat tujuan (means end framework) yang intinya:
1.      Tindakan itu diarahkan pada tujuannya atau memiliki suatu tujuan.
2.      Tindakan terjadi dalam suatu situasi dimana beberapa elemennya sudah pasti, sedangkan elemen-elemen lainnya digunakanoleh yang bertindak sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut
3.      Secara normatif tindakan itu diatur sehubungan dengan penentuan alat dan tujuan.elemen-elemen dasar dari suatu tindakan adalah tujuan, alat, kondisi, dan norma (Johnson, 1986:106).
b.      Teori sistem sosial
Dalam teori sisitem sosial, Parsons dan rekan-rekannya mengembangkan kerangka A-G-I-L (adaptation, goal attainment, integration dan latent pattern maintenance) (Johnson, 1986:129-131) sebagai empat persyaratan fungsional dalam semua sistem sosial yang dikembangkan.
a.       Adaptation menunjuk kepada keharusan bagi sistem-sistem sosial untuk menghadapi lingkungannya yang bersifat tranformasiaktif dari situasi yang pada umumnya segi-segi situasi yang dapat dimanipulasi sebagai alat untuk mencapai tujuan dan infexible suatu kondisi yang tidak dapat ataupun sukar diubah.
b.      Goal attainment merupakan persyaratan fugsional yang berasumsi bahwa tindakan itu selalu diarahkan pad tujuannya, terutama pada tujuan bersama para anggota dalam suatu sitem sosial.
c.       Latent pattern maintenance, menunjukkan pada berhentinya interaksi baik itu karena letih mapun jenuh serta tunduk padasitem sosial dimana dia berada.

2.        Teori evolusi sosial Herbert Spencer
Dalam bukunya yang berjudul Principle of Sociology (1876-1896) menggunakan bahan-bahan etnogafi secara luas dan sitematis mengemukakan Teori Evolusi Sosial sebagai berikut:
a.       Masyarakat yang merupakan suatu organisme, berevolusi menurut pertumbuhan manusia seperti tubuh yang hidup, masyarakat bermula seperti kuman yang berasal dsri massa yang dalam.
b.      Suku primitif berkembang melalui peningkatan jumlah anggotanya, perkembangan itu mencapai suatu titik dimanasuatu suku terpisah menjadi beberapa suku yang secara bertahap timbul beberapa perbedaan satu sama lain.
c.       Pertumbuhan masyarakat tidk sekedar menyebabkan perbanyakandan penyatuan kelompok, tetapi juga meningkatkan kepadatan penduduk atau meningkatkan solidaritas bakhan memajukan massa yang lebih akrab.
d.      Dalam tahapan masyarakat yang belum beradab itu bersifat homogen karena mereka t erdiri dari kumpulan manusia yang memiliki kewenangan, kekuasaan, dan fungsi yang relatif sama, terkecuali masalah jenis kelamin.
e.       Suku nomaden memiliki ikatan karena dipersatukan oleh ketertundukan kepada pemimpin suku.
f.       Jenis kelamin pria diidentikkan dengan simbol-simbol yang menuntut kekuasaan fisik.
g.      Kepemimpinan muncul sebagai konsekuensi munculnya keluarga yang sifatnya tidak tetap atau nomaden
h.      Wewenang atau kekuasaan seseorang ditentukan oleh kekuatan fisikdan kecerdikan seseorang
i.        Peningkatan kapasitas pun menandai proses pertumbuhan masyarakat.
3.        Teori teknologi dan ketinggalan budaya (Cultural lag) William F.
Ogburn
Ogburn dalam karyanya social change with respect to culture and original nature mengemukakan hal sebagai berikut:
a.         Perilaku manusia merupakan produk warisan sosial atau budaya
b.        Kenyataan sosial pada dasarnya terdiri atas pola-polaperilaku individu yang nyata dan konsekuensi-konsekuensinya.
c.         Perubahan-perubahan kebudayaan materiil terbentang mulai dari penemuan awal seperti perkakas tangan, komputer beroperasi dengan cepat sampai satelit komunikasi.
d.        Kebudayaan nonmateriil yang tidak mampu mengejar karena kecepatan perubahan dalam kebudayaan materiil terus melaju.

4.        Teori dramaturgi Erving Goffman
Secara rinci, teori dramaturgi Goffman adalah:
a.       Dalam suatu situasi sosial, seluruh kegiatan dari partisipan tertentu disebut sebagai suatu penampilan, sedangkan orang-orang lain yang terlibat didalam situasi sebagai pengamat atau partisipan.
b.      Para aktor adalah mereka yang melakukan tindakan-tindakanatau penampilan rutin.
c.       Individu dapat menyajikan suatu show bagi orang lain tetapi kesan pelaku terhadap pertunjukan dapt berbeda-beda.
d.      Karena itulah perlu dibedakan antara panggung depan dengan panggung belakang. Panggung depan adalah bagian penampilan individu secara teratur berfungsi sebagai metode umum untuk tampil didepan publik sebagai sosok yang ideal.
e.       Sedangkan pada panggung belakang terdapat sejenis masyarakat rahasia yang tidak sepenuhnya dapat dilihat diatas permukaan.
5.        Teori strukturasi Anthony Giddens
Secara lebih rinci, teori strukturasi Giddens tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.         Teori sosial memerlukan adanya rekonstruksi yang berbeda dari mazhab sosiologi interpretatif, fungsionalisme dan strukturalisme.
b.        Untuk itu, diperlukan langkah rekonstruksi daripada sintesis untuk mencapai apa yang disebut kearah teori strukturasi.
c.         Praktik-praktik sosial harus dipahami sebagai kesesuaian antara ucapan dan tindakan atau signifikansi
d.        Rekonseptualisasi atas tindakan, struktur dan sitem diawali dengan memandang praktik-praktik sosial yang terus berlagsung sebagai segi analitis terpenting.
e.         Mengetahui bagaimana berpartisipasi atau bagaimana bertindak dalam konteks kehidupan sosial pun mencangkup pengetahuan tentang bagaimana mematuhi peraturan.
f.         Peraturan bukanlah suatu rumusan yang terisolir, namun peraturan lebih merupakan pembangkit atau media bagi praktik-praktik sosial dan adanya saling ketergantungan antara struktur dan tindakan.
g.        Subjek dipandang bukan sebagai objek yang dideterminasi maupun sebagai subjek yang bebas sepenuhnya.

6.        Teori globalisasi “of nothing” George Ritzer
Dalam tulisan Ritzeryang berjudul The Globalization of Nothing (2004) mengemukakan bahwa:
a.         Pengertian nothing adalah bentuk yang dibayangkan dan dikontrol secara sentral yang sebagian besar adalah kosong dari isi yang berbeda.
b.        Sesuatu (something) dipahami sebagai bentuk yang dibayangkan dan dikontrol secara indigenous yang umumnya kaya dalam isi yang berbeda.
c.         Secara keseluruhan, ada empat tipe nothing yaitu:
1.      Nonplaces atau setting yang sebagian besar kosong dari isi
2.      Nonthings, seperti kartu kredit dimana tidak banyak berbeda dengan yang lain.
3.      Nonpeople atau jenis karyawan yang diasosiasikan
4.      Nonservis, misalnya yang disediakan oleh ATM
d.        Dalam membedakan nothing dengan something, nonplaces dengan places, nonpeople dengan people, nonservices dengan services terdapat lima hal yang dapat dilakukan.

d.        Kegunaan sosiologi
Fenomena-fenomena kekecewaan dan penderitaan masyarakat tersebut dinamakan problema sosial yang berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial. Dengan demikian, kegunaan sosiologi secara praktis dapat berfungsi untuk mengetahui, mengidentifikasi dan mengatasi problema sosial (Soekanto,1986:339-340). Dari sisi fokus kajian mikro, sosiologi juga berfungsi dalam memberikan informasi untuk mengatasi masalah-masalah keluarga seperti disorganisasi keluarga. Pengertian dari disorganisasi keluarga, seperti yang dikatakan Goode (1963:391), yaitu sebagai perpecahan dalam keluarga sebagai suatu unit.
2.2    Konsep Dasar Psikologi Sosial
a.         Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi
Para ahli psikologi terdahulu mendefinisikan psikologi sebagai studi kegiatan mental (Atkinson, 1996:18). Istilah mental menyinggung masalah pikiran, akal dan ingatan atau proses yang berasosiasi dengan pikiran, akal dan ingatan. William James (1980) ahli psikologi Jerman, memberikan definisi bahwa psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental termasuk fenomena dan kondisi-kondisinya. Sedangkan menurut Kenneth Clark dan George Millter (1970) mendefinisikan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai prilaku. Dari berbagai definisi tersebut secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses-proses mental.
Terdapat beberapa pendekatan studi psikologi dari beberapa sudut pandang meliputi hal-hal berikut:
1.        Pendekata neurobiologi
2.        Pendekatan behaviorisme (perilaku)
3.        Pendekatan kognitif
4.        Pendekatan psikoanalitik
5.        Pendekatan psikologi gestalt
6.        Pendekatan fenomenologi dan humanistik
Dalam penggunaan metode yang dipakai, ilmu psikologi mengenal beberapa metode kerja sebagai berikut:
1.        Metode eksperimental
2.        Metode pengamatan
3.        Metode survei
4.        Metode tes
5.        Metode riwayat hidup atau kasus
Beberapa jenis ilmu psikologi secara tematis maupun terapan dapat dirinci sebagai berikut:
1.        Psikologi sosial
2.        Psikologi klinis dan penyuluhan /konseling (clinical psychology and conselling)
3.        Psikologi konstitusional
4.        Psikofarmologi
5.        Psikologi okupasional
6.        Psikologi politik
7.        Psikologi sekolah dan pendidikan
8.        Psikologi perkembangan
9.        Psikologi kepribadian
10.    Psikologi lintas budaya
11.    Psikologi rekayasa
12.    Psikologi lingkungan
13.    Psikologi konsumen (consumen psychology)
14.    Psikologi industri dan organisasi (industrial and organizational psychology)
Merupakan penerapan dari prinsip-prinsip psikologi industri perdagangan. Dalam kajian ini terdapat tiga bidang kajian psikologi, yaitu:
a.       Psikologi personalia yaitu menekankan pembuatan keputusan mengenai seleksi personalia, pelatihan, promosi, transfer pekerjaan, cuti, pemutusan hubungan kerja, kompensasi dan sebagainya (Atkinson, 1996:23; Landy, 2000:479). Sedangkan alat yang digunakan dalam psikologi personalia yang paling umum adalah analisis pekerjaan dan tes kemampuan.
b.      Psikologi industri atau sosial klinis berurusan dengan penyesuaian timbal balik antara orang-orang dan lingkungannya yang memfokuskan pada kesejahteraan psiklogis para pekerja.
c.       Psikologi sumber daya manusia atau rekayasa manusia menganggap bahwa orang sebagai konstanta atau faktor tetap sedangkan lingkungan sebagai variabel atau faktor yang berubah.
d.        Konsep Psikologi
Konsep yang dikembangkan dalam psikologi adalah:
1.        Motivasi
Motivasi adalah suatu keadaan dan ketegangan individu yang membangkitkan dan memelihara serta mengarahkan tingkah laku yang mendorong (drive) menuju pada suatu tujuan (goal) untuk mencapai suatu kebutuhan (need) (Chaplin, 1999:310;Thoha, 1993:180-181). Dalam motivasi anda akan menerima pertanyaan mengapa dan dalam menjawabnya kita dapat mengemukakan atas dasar beberapa pendekatan (Apter, 1996:688-689) yaitu:
a.       Pendekatan hedonisme
b.      Pendekatan psikoanalitis
c.       Pendekatan insting
d.      Pendekatan eksperimental
e.       Pendekatan teori rangsangan optimal
f.       Pendekatan aktualisasi diri
2.        Konsep diri
Konsep diri merupakan penilaian tentang dirinya oleh orang lain yang menyangkut aspek physical, pereptual, dan attitudinal.
3.        Sikap
Konsep sikap merujuk pada masalah yang lebih banyak bersifat evaluatif afektif terhadap suatu kecenderungan atas reaksi yang dipilihnya. Sikap pun menunjukkan penilaian kita apakah iu bersifat positif ataupun negatif terhadap bermacam-macam entitas, misalnya individu, kelompok, objek, tindakan dan lembaga (Manis, 2000:49). 
4.        Persepsi
Istilah persepsi dalam Kamus Lengkap Psikologi karya Chaplin (1999:358), memiliki arti:
a.       Proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian objektif dengan bantuan indra.
b.      Kesadaran dari proses organis
c.       Satu kelompok pengindraan dengan penambahan arti-arti yang berasal dari pengalaman dimasa lalu.
d.      Variabel yang menghalangi atau ikut campur tangan berasal dari kemampuan organisme untuk melakukan pembedaan diantara perangsang.
e.       Kesadaran intuitif mengenai kebenaran langsung atau keyakinan yang serta merta mengenai sesuatu.
5.        Frustasi
Konsep frustasi setidaknya menunjuk pada dua pengertian berkut:
a.       Frustasi merujuk pada terhalangnya tercapainya tujuan yang diharapkan pada saat tertentu dalam rangkaian perilaku.
b.      Frustasi sebagai reaksi emosional internal yang disebabkan oleh sesuatu penghalang.
6.        Sugesti
Sugesti merupakan bagian dari bentuk interaksi sosial yang menerima dengan mudah pengaruh orang lain tanpa diseleksi dengan pemikiran yang kritis. Seseorang dapat dengan mudah menerima sugesti yang terjadi karena berbagai hal:
a.       Bila yang bersangkutan mengalami hambatan dalam daya pikir kritisnya, apakah itu karena stimulus yang emosional atau karena kelelahan fisik dan mental.
b.      Karena seseorang mengalami disosiasi atau terpecah belah pemikirannya.
c.       Karena adanya dukungan mayoritas yang dapat mempengaruhi perubahan opini, prinsip, dan pendapat maka individu ataupun kelompok minoritas dapat berubh pendapat.
7.        Prestasi
Prestasi merupakan pencapaian atau hasil yang telah dicapai yang memrlukan suatu kecakapan/keahlian dalam tugas-tugas akademis maupun nonakademis (Chaplin, 1999:310).
8.        Crowding (kerumunan massa)
Crowding atau kerumunan massa merupaka suatu kumpulan orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama walaupun mungkin tidak saling mengenal dengan emosi-emosi yang mudah dibangkitkan dan tidak kritis (Chaplin 1999:118).
9.        Imitasi
Imitasi merupakan salah satu proses interaksi sosial yang banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan meniru perbuatan orang lain secara disengaja.  
10.    Kesadaran
Kesadaran memiliki makna inti yang merujuk pada suatu kondisi atau kontinum dimana kita mampu merasakan, berfikir dan membuat persepsi (Wright, 2000:162).
11.    Fantasi
Konsep fantasi merujuk pada kapasitas manusia yang luarbiasa dalam memberikan sosok pada sesuatu yan
g sesungguhnya tidak ada, kemudian melengkapinya dengan aneka pengandaian, baik itu secara spontan maupun sengaja (Janjnes,1977).
12.    Personalitas
Personalitas berasal dari bahasa latin, yaitu kata persona yang artinya topeng aktor. Merupakan sebuah konsep samar yang mencangkup seluruh karakteristik psikoloi yang membedakan seseorang dengan yang lainnya (Colman, 2000:745).
13.    Pikiran
Istilah mind atau pikiran berasal dari bahasa teutonic kuno yaitu gamundi yang artinya berfikir, mengingat, bermaksud atau intend (Valentine:2000:667).
14.    Insting/naluri
Istilah insting atau naluri merujuk pada macam macam aktivitas yang luas, oleh karena itu menyulitkan pembahasan secara ilmiah. Ada beberapa pendapat ilmiah mengenai insting atau naluri diantaranya darwin dalam The origin of species (1859) mengartikan naluri sebagai suatu yang terpisah dari pengalaman hidup, sedangkan freud melihat naluri sebagai suatu dorongan biologis yang ada pada setiap maluk hidup yang melandasi prilakunya untuk mempertahankan dirinya dan berproduksi.
15.    Mimpi
Mimpi secara psikologis merujuk pada sustu aktivitas sederetan tamsil simbolik, ide, gagasan,hasrat terpendam, kebutuhan dan konflik yang saling berkaitandan berlangsung selama tidur. (Chaplin, 1999:147)

e.         Teori Psikologi
1.        Teori agresi psikoanalisi Sigmund Freud
Teori yang dimotori oleh Sigmund Freud dalam Beyond the Pleasure Principle (1920). Yang memiliki inti teori sebagai berikut:
a.       Prilaku manusia pada dasarnya didorong oleh kekuatan dasar manusia yaitu insting naluri kehidupan (eros) dan insting naluri kematian (thanatos)
b.      Eros mendorong manusia mencari kesenangan duniawi sedangkan thanatos  tindakan tindakan nya diarahkan pada desdruktif diri serta perasaan berdosa.
c.       Karena sifat antagonistiknya kedua insting / naluri ini akan menjadi konflik intrafisik pada manusia.


2.        Teori disonansi kognitif Festinger
Teori ini dimuat dalam karya A Theory Of Cognitive dissonance (1957), arti dari disonasi adalah hubungan dua elemen yang terjadi disertai suatu penyangkalan.
3.        Teori kepribadian Erich Fromm
Secara singkat teori kepribadian yang digagas oleh Fromm menyatakan bahwa Manusia berusaha memecahkan kontradiksi dasarnya , yaitu manusia sebagai pribadi  yang memiliki kebutuhan fisiologis yang harus dipuaskan, dan sebagai manusia yang memiliki kesadaran diri, pikiran, daya khayal, cinta, dan kasuh sayang.
4.        Teori deprivasi relatif Gurr
Merupakan hasil pemikiran dan penelitian Ted Robert Gurr dalam karyanya Why Men Rebel (1970) yang membagi deprivasi menjadi beberapa pola perubahan yaitu deprevasi presisten, deprevasi apresional, deprevasi dekremental, dan deprevasi progresive.
5.        Teori kecerdasan majemuk Howard Gardner
Dalam teorinya Gardner mengidentifikasi delapan kecerdasan  yang relatif otonom yaitu:      
a.       Kecerdasan Linguistik
b.      Kecerdasan Ligika Matematika
c.       Kecerdasan Spasial
d.      Kecerdasan Kinestetik Jasmaniah
e.       Kecerdasan Interpersonal
f.       Kecerdasan Intrapersonal
g.      Kecerdasan Naturalis






BAB 111
PENUTUP

IPS merupakan perwujudan dari satu pendekatan interdisipliner dari pelajaran ilmu-ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial antara lain: Sosiologi, Antropologi Budaya, Sejarah, Psikologi Sosial, Geografi, Ekonomi, Politik, dan Ekologi.

Antropologi berasal dari dua kata Yunani, anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Jadi, antropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertian atau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaannnya.

Secara terminologi sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yakni kata socius yang berarti kawan, berkawan ataupun bermasyarakat dan logos berarti ilmu atau dapat juga berbicara tentang sesuatu. Dengan demikian, secara harfiah istilah sosiologi dapat diartikan ilmu tentang masyarakat (Spencer dan Inkeles, 1982:4; Abdulsyani, 1987:1).

Para ahli psikologi terdahulu mendefinisikan psikologi sebagai studi kegiatan mental (Atkinson, 1996:18). Sedangkan menurut Kenneth Clark dan George Millter (1970) mendefinisikan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai prilaku. Dari berbagai definisi tersebut secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses-proses mental.



DAFTAR PUSTAKA

Helen dan Simon. 2005. Pengantar Antropologi. PT. Nuansa: Bandung.
Supardan, Dadan. 2008.  Pengantar Ilmu Sosial. PT. Bumi Aksara: Jakarta.
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropogi. PT. Rineka Cipta: Jakarta.