Senin, 16 Desember 2013

TELUK KILUAN, pantai eksotis dengan akses jalan yang memacu adrenalin.




20131213_152308.jpg

Tgl 13 Desember 2013 kemarin secara dadakan tanpa planning hanya modal nekad dan rasa penasaran doang kami berangkat ke tempat wisata teluk kiluan, Kec. Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Rombongan kami semuanya ada 7 orang dan kendaraan yang kami gunakan adalah avanza.
Selama ini yang kami dengar dan baca selalu tentang keindahan panorama pantai kiluan, laguna serta daya tarik lumba-lumba yang ada disana. Hanya sedikit yang membahas bagaimana buruknya akses jalan menuju kesana. Paling hanya dikatakan jalan sangat buruk, itu saja. Tanpa gambaran yang jelas seberapa parah buruknya.
Oleh karena itu disini gw akan lebih banyak bercerita tentang situasi jalan menuju ke teluk Kiluan, agar siapa saja yang ada niat mau kesana mendapatkan gambaran yang jelas, sehingga bisa mempersiapkan kondisi kendaraannya serta sopir yang akan membawanya.
Berangkat dari Bandarlampung sekitar jam 12.30 wib, isi bensin dan isi perut sampai penuh karena perjalanan akan terasa cukup panjang. Rute yang akan kami lalui adalah: lempasing, Batu menyan, Padang Cermin, Punduh Pidada dan Desa Bawang. Kami berangkat lewat daerah kemiling. Dalam perjalanan ke arah Padang Cermin nanti akan melewati beberapa pantai seperti Pantai Mutun dan pantai Klara. Cuaca saat itu kurang baik, hujan gerimis.
Markas TNI AL
http://farm8.staticflickr.com/7215/7294581222_c34e053e66_z.jpg
Setelah melewati Pantai Klara, barulah kami masuk ke kawasan markas TNI AL. Saat memasuki persimpangan di Pangkalan TNI AL, ambil jalur yang sebelah kiri menuju pangkalan AL/ bumi marinir atau Punduh Pedada. Awalnya semua lancar-lancar saja, tetapi lepas dari kawasan markas TNI AL atau setelah melewati punduh pidada mulailah banyak rintangan dijalan.
Jalan yang kami lalui sebagian besar rusak berat, banyak kubangannya yang rata-rata lebar dan cukup dalam karena saat itu mulai masuk musim hujan, jalan grompal dimana-mana, belum lagi sebagian besar jalan masih menggunakan batu kali yang besarnya sebesar buah kelapa, ditambah tikungan-tikungan tajam yang membuat gw (yang kebagian peran sebagai sopir) harus ekstra hati-hati dan waspada setiap saat. Selain tikungan yang tajam, ditambah lagi alur jalan yang menanjak dan menurun karena masuk daerah pegunungan membuat kesulitan melihat ada tidaknya kendaraan dari arah depan.
Dan yang lebih ekstrim serta memacu adrenalin adalah, karena sepanjang pinggiran jalan adalah jurang-jurang yang tanpa batas pengaman dan hutan besar dengan tanah tebing yang sebagian longsor, sedangkan jalan yang ada lebarnya hanya pas untuk dua mobil bersisian, itupun sulit dilakukan sebab licin terkena air hujan dan karena parahnya jalan.
Ada bagian alur jalan yang benar-benar membuat gw harus berjibaku banget dan menuntut konsentrasi tinggi serta doa yang banyak-banyak (hahahahaha), karena jalan itu bentuknya menanjak, berliku-liku serta terbelah dua dan dalam karena aliran air yang melewati jalan tersebut dari arah gunung, sulitnya karena dipinggirnya adalah jurang yang membentang, jadi gw harus pintar-pintar memilih jalan yang bisa dilalui atau kami terpeleset masuk jurang.
Alhamdulillah, kami bisa melewati bagian yang mengerikan tersebut. Tetapi bukan berarti kami sudah boleh tenang, karena jalan masih lumayan buruk sampai didaerah desa Bawang. Masih ada satu ujian untuk gw sebagai sopir, yaitu menyeberangi sungai berbatu. Karena jalan yang biasa dilalui menuju desa Bawang sedang diperbaiki (dibuatkan jembatan), yang akhirnya terpaksa akses jalan kesana melewati sungai dengan kedalaman dari jalan sekitar 1,5 – 2 m.  Kata penduduk sana kalau sungai banjir, maka tertutuplah akses mau keluar dan masuk desa tersebut. Jalan dari tanah serta becek penuh kubangan air, membuat jalan menjadi licin dan kalau tidak hati-hati kendaraan kita bisa nyangkut disana.
Dari sana, jalan terus melewati jalan tanah sampai disuatu pasar yang namanya Pasar Bawang. Dipersimpangan pasar Bawang ambil jalan yang sebelah kanan sampai dipersimpangan terakhir. Nanti akan kelihatan gapura Teluk Kiluan dan jalan kecil disebelah kiri yang menurun tajam dengan bagian tengah yang rusak berat. Pada saat turunan masih enak, tetapi sulitnya ketika balik dari kiluan karena posisinya kebalik menjadi tanjakan dengan sisi jurang. Jika beban kendaraan terlalu berat, keadaan mobil kurang baik, rem tidak pakem, sangat berbahaya melewati jalan tersebut.
http://farm8.staticflickr.com/7089/7294582048_85c8a592ed_z.jpg
Setelah menuruni turunan tajam tesebut, akan tampak perkampungan dan rumah rumah orang bali. Di Kiluan memang banyak orang bali jadi jangan heran akan banyak gapura-gapura dan pura khas bali disini.
Setelah melewati perkampungan, akhirnya sekitar jam 15.35 wib kami sampai juga di Teluk Kiluan.
C360_2013-12-13-16-52-22-328.jpg
isana kami tidak lama, sekitar jam 18.00 wib kami nekad memutuskan untuk pulang saat itu, berhubung cuaca masih cukup terang untuk melihat jalan. Walau saat itu langit mulai gelap dan hujan mulai turun. Suami istri tempat kami menitipkan mobil terlihat seperti heran melihat kami memutuskan untuk tetap pulang saat itu juga. Seolah-olah kami ini sudah gila mungkin, hahahahaha.......Bahkan diperjalanan pulang, saat berpapasan dengan kendaraan lain, mereka juga kelihatan heran mukanya.
C360_2013-12-13-16-57-54-537.jpg
Perjalanan kami dari teluk kiluan ke Bandarlampung, jelas lebih sulit daripada saat kami berangkat, karena kami melakukannya waktu mulai memasuki malam hari. Bahkan kami sempat nyasar keluar dari jalur jalan. Belum lagi saat menuju ke gapura gerbang kiluan, ada masalah di jalan tanjakannya yang kalau gw ingat-ingat lagi rasanya suatu KEAJAIBAN gw bisa melewati semua itu, sangat menegangkan karena nyawa taruhannya, mobil gw gak kuat nanjak dan macet ditengah-tengah tanjakan bagian jalan yang rusak, hal itu membuat mobil gw bergerak turun lagi dengan kencangnya kebawah, sedangkan pinggiran jalan adalah jurang.
Subhanaallah......Allah masih sayang dengan kami semua, Beliau melindungi kami semua, gw diberi kekuatan untuk melewati itu semua, gw berusaha semampu gw dan tetap tenang mengendalikan mobil gw agar tetap berada dijalur jalan, gak kelempar kejurang. Terimakasih Ya Allah....karena aq selalu Kau berikan ketenangan berpikir disetiap situasi yang bagi orang lain justru membuat mereka panik.
Magrib menjelang malam pemukiman penduduk daerah kiluan seperti desa mati, sepi seperti tak ada kehidupan sama sekali, hanya lampu-lampu disetiap rumah yang membuat kami yakin kalau desa-desa yang kami lewatin ada penduduknya, hahahahaha.....Karena cuaca sudah memasuki malam hari ditambah lagi hujan semakin deras, membuat gw lebih ekstra keras berhati-hati mengamati jalan, sebab sepanjang jalan dari teluk kiluan sampai dikawasan markas TNI AL jauh dari pemukiman penduduk, masih daerah liar dengan hutan-hutan dan jurang disekitarnya, sinyal untuk handphone jg tak ada. Benar-benar kami terputus komunikasi dari pihak luar, sehingga jika sampai terjadi apa-apa dengan kami wallahualam deh....
            Lucunya, saat berangkat rombongan kami masih terdengar celotehan dan becandaannya, tetapi saat pulang entah karena kelelahan atau terlalu tegang menghadapi situasi perjalanan kami, sudah jarang terdengar suara-suara. Semua hanya mengucapkan doa dan doa agar kami bisa selamat kembali keBandarlampung.
Bahkan sempat ada masalah lain juga, ban mobil kami bagian belakang kempes, mungkin karena terlalu sering menghantam batu-batu jalan yang rusak, untungnya masih ada tukang tambal ban yang buka. Wuiiih.....pengalaman ini sungguh tidak akan bisa gw lupain seumur hidup gw, dan gw yakin itu juga yang dirasakan oleh rombongan yang ikut bersama gw.....
Akhirnya kami sampai juga dengan selamat diBandarlampung sekitar jam 22.00 wib kalau gx salah, kali ini kami lewat rute Telukbetung bukan Kemiling seperti saat kami berangkat.
Pas sampai baru kerasa pegal-pegal semua nih badan, nyetir bolak balik kurang lebih 9 jam benar-benar pengalaman yang pertama buat gw, luarbiasa....
Apalagi dengan rute jalan yang memacu adrenalin seperti itu, tapi jujur saja....Gw gak kapok......hahahahahaha.....setidaknya pengalaman sekali akan membuat kita lain kali lebih siap dan lebih berhati-hati... (Hm, apa akan ada “LAIN KALI” itu?).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar