Gerakan
Nasionalisme di negara-negara Asia dan AFrika
(MAKALAH)
MATA
KULIAH: SEJARAH DAN MASALAH NASIONALISME GLOBALISME
DOSEN:
1. Prof. DR. H. SUDJARWO, M.S
2. Dr. Hi. DARSONO,M.Pd

OLEH
:
GUSNETTY JAYASINGA/ 1323031012
PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2014
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan
hidayahNya maka tugas ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas
perkuliahan Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme pada Program Studi
Magister Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung.
Penulis
menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam penyajian dan referensi yang
dapat penyusun pergunakan dan menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
banyak kelemahan dan kekurangan sehingga diharapkan kritik dan saran dari Bapak
Prof.Dr. H. Sudjarwo, M.S dan Dr.Hi.Darsono, M.Pd sebagai dosen pengampu mata
kuliah Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme demi perbaikan dan
kesempurnaan pemahaman yang penyusun dapatkan dalam
pembuatan tugas-tugas lainnya. Demikian tugas ini disusun semoga
bermanfaat bagi semua pihak.
Metro, Maret 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
|
|
|
Halaman
|
|
HALAMAN JUDUL
|
..................................................................
|
1
|
|
KATA PENGANTAR
|
...................................................................
|
2
|
|
DAFTAR ISI
|
..................................................................
|
3
|
|
BAB I.
|
PENDAHULUAN
..................................
1.1.Latarbelakang ....................................
|
4
4
|
|
|
1.2.Rumusan Masalah ..............................
|
5
|
|
|
1.3.Tujuan Penulisan ...............................
|
5
|
|
|
|
|
|
BAB II.
|
PEMBAHASAN
.....................................
|
6
|
|
|
A.
Lahirnya
Nasionalisme Asia-Afrika ..
B. Peristiwa penyulut nasionalisme Asia-Afrika ........................................
C.
Faktor-faktor yang
mendorong munculnya gerakan nasional ..............
D.
Gerakan
nasionalisme dikawasan Asia
...................................................
E.
Kelahiran
negara-negara baru di Asia-Afrika ........................................
|
6
7
8
10
13
|
|
BAB III.
|
PENUTUP ...............................................
|
17
|
|
DAFTAR PUSTAKA
|
..................................................................
|
18
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Nasionalisme
adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan
kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian
masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam
terhadap bangsa itu sendiri.
Ciri-ciri
nasionalisme di atas dapat ditangkap dalam beberapa definisi nasionalisme
sebagai berikut :
1. Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa
atau sejarah budaya bersama.
2. Nasionalisme ialah suatu keinginan akan kemerdekaan
politik, keselamatan dan prestise bangsa.
3. Nasionalisme ialah suatu kebaktian mistis terhadap
organisme sosial yang kabur, kadang-kadang bahkan adikodrati yang disebut
sebagai bangsa atau Volk yang kesatuannya lebih unggul daripada
bagian-bagiannya.
4. Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa
individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu sendiri.
Pasca-Perang Dunia II, semangat untuk
menentukan nasib sendiri dari Negara-negara jajahan sangat mendominasi
Negara-negara Asia dan Afrika seperti India, Filipina, Turki, dan Mesir.
Semangat untuk menentukan nasib sendiri ini juga menular ke Indonesia. Proses
dekolonisasi Negara-negara Asia dan Afrika kemudian menjadi fenomena yang
dominant pada akhir Perang Dunia II. Kondisi ekonomi dan politik Indonesia pun
mengalami berbagai perubahan yang signifikan.
Runtuhnya kekuasaan kolonial di kawasan Asia
dan Afrika ini menjadi awal dari berubahnya struktur politik global. Jumlah
Negara-negara menjadi berkembang lebih banyak. Tercatat pada pasca Perang Dunia
II jumlah Negara mencapai 51 negara, dan saat ini telah mencapai 192 negara.
Proses dekolonisasi ini dipicu oleh adanya gerakan-gerakan nasionalisme yang
berkembang di masing-masing Negara di Asia dan Afrika. Tercatat seperti Gerakan
Turki Muda, Gerakan Nasionalisme Filipina, Gerakan Nasionalisme Cina, Gerakan
Nasionalisme India, dan berbagai gerakan serupa yang muncul di Negara-negara
seperti Cina, Jepang, Mesir, Libya,India, dan lainnya.
B. Rumusan Masalah
Dalam
penulisan makalah ini kiranya perlu dikemukakan adanya rumusan masalah agar
nantinya dapat menjadi pedoman untuk mencapai sasaran.
Adapun
rumusan masalah yang akan dikemukakan oleh penyusun adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gerakan nasionalisme di Asia Afrika?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penyusunan makalah ini antara lain:
1.
Secara teoritis, guna
memenuhi tugas Mata Kuliah Sejarah dan masalah nasionalisme globalisme
2.
Untuk memahami
tentang gerakan nasionalisme yang terjadi di Asia Afrika
BAB II
PEMBAHASAN
A. Lahirnya Nasionalisme
Asia-Afrika
Yang
dimaksud dengan nasionalisme Asia dan Afrika adalah aliran yang mencerminkan
bangunnya bangsa-bangsa Asia dan Afrika sebagai reaksi terhadap imperialisme
dan kolonialisme bangsa-bangsa barat. Dengan demikian nasionalisme Asia dan
Afrika merupakan gerakan untuk menentang imperialisme dan kolonialisme bangsa
barat.
Nasionalisme
negara-negara di Asia yang bangkit menentang kolonialisme antara lain terjadi
di India, Philipina, Indonesia, Turki, Jepang, dan Cina. Sedangkan negara di
kawasan Afrika yang mengembangkan ajaran nasionalisme akibat imperialisme
antara lain Libya, Mesir, Angola, dan Afrika Selatan. Gerakan Nasionalisme
Asia-Afrika pada dasarnya ditimbulkan oleh beberapa faktor berikut:
1.
Persamaan karakter
dari sekelompok manusia yang timbul karena persamaan nasib, yaitu mereka
terjajah oleh keberadaan bangsa asing.
2.
Keinginan bangsa
untuk hidup bersama dan bersatu yang didorong oleh rasa kesetiakawanan yang
agung.
3.
Rasa persatuan dan
semangat kebangsaan dari sekelompok manusia yang tinggal di daerah yang sama.
Perkembangan
Nasionalisme negara-negara Asia dan Afrika yang dilandasi oleh paham-paham di
atas membangkitkan semangat bangsa Asia-Afrika untuk mengembalikan harga
dirinya yang hilang akibat penindasan kolonialisme dan imperialisme bangsa
Barat. Dalam prakteknya, nasionalisme setiap negara memiliki ciri khusus yang
membedakan satu bangsa dengan bangsa lainnya.
B. Peristiwa Penyulut
Nasionalisme Asia-Afrika
Selain penyebab-penyebab di atas, gerakan-gerakan
nasionalisme Asia dan Afrika juga banyak dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa
mutakhir pada abad ke-19 dan abad ke-20 berikut ini:
1.
Kemenangan Jepang
atas Rusia pada perang tahun 1905 di Manchuria. Peristiwa ini telah
menghilangkan keraguan bangsa-bangsa di Asia bahwa bangsa Barat tidak dapat
dikalahkan. Kemenangan Jepang ini juga sekaligus melahirkan kepercayaan diri
sendiri dari bangsa-bangsa Asia-Afrika.
2.
Perang Dunia I yang
berlangsung dari tahun 1914 sampai 1918. Peristiwa ini telah menyebabkan
bangsa-bangsa Eropa memusatkan perhatiannya pada daratan Eropa sebagai ajang
peperangan. Dalam periode ini bangsa-bangsa di Asia-Afrika memiliki peluang
untuk meningkatkan tuntutan kemerdekaan dan kebebasan nasionalnya dalam
berbagai bidang kehidupan.
3.
Revolusi Rusia pada
tahun 1917. Peristiwa tersebut meningkatkan lahirnya gerakan anti penjajahan
dan anti kapitalis serta berkembangnya paham sosialisme dan komunisme.
4.
Krisis ekonomi tahun
1929. Negara-negara kolonial berusaha meningkatkan eksploitasi bahan-bahan
mentah terhadap daerah-daerah koloni sebagai daerah produsen dan sumber bahan
baku. Pemerasan ini menimbulkan gerakan perlawanan yang radikal.
5.
Lahirnya Piagam
Atlantik pada akhir Perang Dunia II. Piagam tersebut dijadikan landasan
perjuangan hak-hak asasi internasional bagi negeri-negeri yang terjajah untuk
menegakkan kemerdekaan nasionalnya.
C.
Faktor-faktor yang mendorong munculnya gerakan
nasionalisme
Gerakan nasionalisme yang dilakukan oleh negara-negara
yang terdapat di kawasan asia adalah bentuk reaksi atas tindakan imperialisme
yang dilakukan oleh bangsa eropa di kawasan asia. Nasionalisme adalah bentuk
kecintaan dan kesetiaan setiap individu ataupun kelompok terhadap bangsa dan
negaranya.
Adapun
faktor-faktor yang mendorong munculnya gerakan nasionalisme adalah sebagai
berikut
1. Faktor kenangan kejayaan di masa lampau
Sebelum imperialisme bangsa barat masuk kekawasan
asia,pada umumnya negara-negara yang berada di kawasan asia pernah memiliki
masa-masa berdaulat dan berkuasa seperti negara indonesia misalnya pada masa
kerajaan majapahit dan kerajaan sriwijaya ataupun negara india pada masa
kerajaan ashoka. Hal tersebutlah yang menimbulkan semangat untuk mengulang
kembali masa-masa kejayaan tersebut.
2. Faktor penderitaan dan kesengsaraan akibat
imperialisme
Muncul dan berkembangnya imperialisme dikawasan asia
membawa pengaruh yang sangat besar terhadap rakyat yang menjadi korban
imperialisme tersebut. Hal ini disebabkan karena kaum imperialis hanya
memiliki satu tujuan yaitu memperkaya dan mengambil keuntungan sebanyak mungkin
tanpa memikirkan nasip negara-negara yang menjadi korban imperialis,Inilah
salah satu faktor yang mendorong timbulnya perlawanan yang bersifat nasionalis
3. Faktor munculnya golongan cendikiawan
Para kaum cendikiawan merupakan salah satu faktor
pendorong gerakan nasionalisme hal ini di sebabkan adanya kaum cendikiawan
pribumi tampil di panggung politik di dalam negaranya dan menjadi penggerak
atau pemimpin pergerakan nasionalisme. Contohnya Dr sun yat sen ia merupakan
tokoh pergerakan nasionalisme dari cina,mustapha kemal adalah tokoh militer
pergerakan nasionalisme dari turki dan mahatma gandhi yang merupakan tokoh
pergerakan nasionalisme dari india.
4. Faktor kemenangan jepang atas rusia(1905)
Kemenangan yang di raih oleh jepang atas rusia
memberikan semangat bagi negara-negara yang berada di kawasan asia untuk
menetang kekuasaan imperialisme barat yang ada di kawasan asia. Di indonesia
gerakan nasionalisme dimulai dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi
nama organisasi budi utomo (1908)
5. Faktor kemajuan dalam bidang politik,sosial-budaya dan
ekonomi
Rasa nasionalisme suatu bangsa dapat tumbuh dengan
baik karena kemajuan di bidang politik,sosial-budaya dan ekonomi
a.
Aspek politik
Nasionalis bersifat menumbangkan dominasi politik
imperialis dan bertujuan menghapuskan pemerintahan kolonial dengan tujuan utama
membangun politik yang bersifat nasionalis.
b.
Aspek sosial-ekonomi
Nasionalisme mempunyai sifat menghilangkan kesenjangan
sosial yang diciptakan oleh pemerintahan kolonial dan bertujuan menghentikan
ekploitasi ekonomi
c.
Aspek budaya
asionalisme
bersifat menghilangkan pengaruh kebudayaan asing yang buruk dan mempunyai
tujuan menghidupkan kebudayaan yang mencerminkan harga diri bangsa setara
dengan bangsa lain.
Ketiga
aspek tersebut merupakan kesatuan yang di perjuangkan secara serentak oleh
tokoh-tokoh penggerak nasionalisme di negara-negara yang menjadi korban
imperialisme dan kolonialisme bangsa barat.
D.
Gerakan Nasionalisme dikawasan Asia
Berikut
ini adalah gerakan-gerakan nasionalisme yang tumbuh dan berkembang di kawasan
di asia
1.
Gerakan nasionalisme
cina
Tokoh
yang mempolopori gerakan nasionalisme dari cina adalah Dr sun yat sen ia
mendirikan partai politik yang bernama partai nasional cina (kuo min tang). ia
mencita-citakan cina berdasarkan san min chu I (tiga sendi kedaulatan rakyat)
yang terdiri atas
a. Republik cina adalah suatu negara nasionalis cina
b. Pemerintahan cina di susun berdasarkan demokrasi atau
kedaulatan berada di tangan rakyat
c. Pemerintahan cina mengutamakan kesejateraan sosial
bagi rakyat cina
Dan
antara tahun 1916-1922 terjadi kekacauan di cina tetapi hal tersebut dapat di padamkan
oleh Dr sun yat sen dan ia menjadi presiden pertama cina sampai akhir hayat nya
tahun 1924 pemerintahannya di gantikan oleh chuang kai shek
2.
Gerakan nasionalisme
di turki
Tokoh yang mempelopori gerakan nasionalisme di turki
adalah seorang tokoh militer turki yang benama Mustapha Kemal Pasha, ia
bersimpati terhadap gerakan turki muda. Gerakan turki muda merupakan awal dari
gerakan nasionalisme yang dilakukan oleh rakyat turki hal ini disebabkan karena
gerakan itu terbentuk atas dasar semangat kebangsaan yang berusaha
menggulingkan kekuasan barat dan menentang rezim lama yang lemah (Sultan Hamid
II). Gerakan tersebut berhasil mengusir sekutu dan memaksa untuk duduk di meja
perundingan perjanjian laussane 1923.
3.
Gerakan nasionalisme
filipina
Tokoh yang mempelopori gerakan nasionalisme di
filipina adalah Jose Rizal ia memimpin pemberontakan Katipuran yang bertujuan
untuk mengusir penjajahan bangsa spanyol dari filipina namun pemberontakan itu
gagal, dan Jose Rizal di jatuhi hukuman mati pada tanggal 30 desember 1896.
Kematian Jose Rizal menimbulkan kemarahan rakyat filipina terhadap penjajahan
spanyol hal tersebut terbukti sejak tahun 1896 pemberontakan di lanjutkan oleh
Euriho Aqwraldo dan kemerdekaan pun di peroleh pada tanggal 12 juni 1898, namun
kemerdekaan itu tidak berlangsung lama, karena kemunculan Amerika Serikat yang
menghapuskan kemerdekaan itu. Amerika Serikat baru memberi kemerdekaan kepada Filipina
pada tanggal 17 juni 1946
4.
Gerakan nasionalisme
india
Negara India memulai gerakan nasionalismenya dengan
membentuk sebuah organisasi yang benama all
india nations congers tokoh-tokoh yang terkenal dalam organisasi tersebut
adalah Mahatma Gandhi, Pandhit J.Nehru.B.G Tilak, Moh. Ali Jinah, Iskandar Mirza,
Liquat Ali Khan. Tokoh yang paling terkenal adalah Mahatma Gandhi yang mendapat
julukan bapak kemerdekaan India. Dasar perjuangan dari Mahatma Gandhi adalah
sebagai berikut:
a. Ahimsa (dilarang membunuh) yaitu gerakan anti
perperangan
b. Hartal yaitu suatu pergerakan rakyat yang menolak bekerjasama
dengan kolonialisme Inggris
c. Satya gahna yaitu suatu gerakan rakyat India yang
tidak bekerja dengan pemerintahan kolonial Inggris
d. Swadesi yaitu suatu gerakan rakyat India untuk memakai
barang-barang buatan negeri sendiri.
Dengan
keempat dasar perjuangan itulah rakyat India mampu mengusir kolonialisme Inggris
dari negara mereka.
5.
Gerakan nasionalisme
mesir
Tokoh yang mengawali pergerakan nasionalisme di Mesir
adalah Muhamad Ali dengan cara menjadi bagian dari kesultanan turki lalu muhamad
ali di tunjuk sebagai pasha (gubernur) mesir, setelah ia menjdi pasha (gubernur)
mesir, muhamad ali mulai membangun mesir menjadi sebuah negara yang kuat dan
pelahan mulai memisahkan diri dari kesultanan turki hal tersebut memicuh
perperangan antara mesir dengan turki namun turki yang yang di bantu oleh
inggris dan rusia terlalu kuat bagi mesir yang hanya dibantu prancis.dengan
kekalah tersebut membuat mesir secara perlahan menerima kehadiran inggris di
negaranya melalui konverensi alexandria (1840). Gerakan nasionalisme di mesir
terus berlanjut di bawah pimpinan arbi pasha (1881-1882) tujuannya adalah
menentang kekuasaan bangsa eropa terutama inggris, setelah perang DUNIA II
berakhir nasionalisme mesir terus berkobar puncaknya pada tanggal 23 juli 1952
meletuslah revolusi mesir.dan pada akhirnya pada tanggal 18 juni 1953 mesir
menjadi negara berbentuk republik. Meskipun telah merdeka gerakan nasionalisme
terus di kobarkan oleh Gamal Abdul Nasser.
6.
Gerakan nasionalisme Jepang
Ketika
Jepang diperintah oleh Kaisar (Tenno) Meiji, Jepang memasuki zaman modernisasi
yang banyak membawa perubahan terhadap perkembangan Jepang di dunia
Internasionalisme pada masa itu. Kemenangan dalam perang Jepang melawan Korea,
menyebabkan pasukan Jepang melanjutkan perjalanan ekspansinya ke Manchuria.
Penyerangan Jepang terhadap Manchuria pasukan Jepang berhadapan dengan pasukan
Rusia. Kemenangan Jepang atas Rusia ternyata berdampak luas di wilayah Asia.
Bangsa-bangsa di Asia mulai bangkit menentang penjajah Barat.
7. Gerakan Nasional
Mozambique
Gerakan
membebaskan Mozambique bernama Felimo didirikan oleh Dr.Eduardo Chivambo
Mondlane di Dar-es Salam (ibukota Tasmania) tahun 1962. Mozambique mengadakan
perlawanan terhadap Portugis.Mereka mendapatkan bantuan senjata dari RRC dan negara
Komunis di Eropa, bantuan empat dan moril diperolah dari negara-negara Afrika
yang telah merdeka. Mondlene meninggal digantikan Samora Moises Machel sebagai
presiden pertama.negara baru ini menjalankan sistem komunis dengan mengadakan
pertanian dan nasionallisasi perubahan-perubahan.
8. Gerakan Nasional
Afrika Selatan
Perjuangan
bangsa kulit hitam untuk menentang kekuasaan Apahertheid berhasil dicapai
setelah dilaksanakannya pemilihan umum mulitiras dengan terpilihnya Nelson
Mandala sebagai presiden Afrika Selatan yang pertama dari bangsa kulit hitam.
9. Gerakan Nasional
Angola
Gerakan Nasionalisme
di Angola bertujuan untuk mencapai kemerdekaan dan memebaskan diri dari
kekuasaan bangsa Portugis. Angola berhasil mencapai kemerdekaannya tanggal 11
November 1975.
E. Kelahiran
negara-negara baru di Asia Afrika
a. RRC
China
yang berpaham Komunis, merupakan salah satu dari The Big Five (Amerika Serikat,Unisoviet, Inggris, Perancis, China).
China yang dimaksud adalah China Nasionalis dibawah presiden Chiang Kai Shek. Kemudian
terjadi perang pendirian yang berbeda pada tahun 1946. Akhirnya Chiang Kai Shek
terpaksa meninggalkan daratan China karena Maotse Tung berhasil melakukan
berbagai serangan kemudian tanggal 1 Oktober 1949 Kung Chang Tong
memproklamasikan berdirinya RRC dengan Ibukota Beijing dan ketua (presiden) Mao
Tse Tung.
b.
Republik Rakyat Korea
Selatan
Korea
Selatan berbentuk negara Republik Korea dengan Ibukota Seoul dan Syngman Rhee
sebagai presidennya pada tanggal 15 agustus 1948.
c.
Malaysia
Saat
itu Malaya sedang dikuasai oleh pemerintah inggris kemudian terbentuknya
Perserikatan Tanah Melayu (1957), karena adanya perundingan antara pemerintah
Inggris dengan Malaya. Dan perserikatan tersebut tergantung dalam Commonwealth of nations dengan Ibukota
Kuala Lumpur.
d.
Singapura
Awalnya
Singapura bergabung dengan Malaysia, tetapi sejak 9 Agustus 1965 Singapura
menarik diri dari Malaysia dan menjadi Republik Singapura hingga kini.
e.
Indo-China
Sejak
tahun 1940, Indo china yang menjadi jajahan perancis diduduki oleh Jepang. Gerakan
rakyat bersenjata bersatu menentang Jepang yang te rkoordinasi dalam gerakan
Vietminh dan Vietnam Doc Lap Dong Minh Hoa(persatuan Kemerdekaan Vietnam, dipimpin
oleh Nguyen Ai Quoc (Ho Chi Minh). Ho.C.M memproklamasikan kemerdekaan
Indo-China pada 22 Agustus 1945.
Vietnam pada tahun
1946, terjadi perundingan antara Vietnam dengan Perancis di Fontainebleau (perancis).
Perundingan mengalami kegagalan sehingga perang antara Vietnam dengan Perancis
sejak tahun 1946 sampai 1954. Vietnam melakukan perang gerilya dipimpin oleh
Nguyen Giap. Pada tahun 1954 benteng Perancis di Dein Phu dikalahkan pasukan
Vietnam.
f.
Laos
Sejak
tahun 1949, Laos menjadi negara merdeka dalam lingkungan Uni Perancis. Dalam
perundingan Jenewa (1954), kemerdekaan Laos diakui dengan Raja Somdet Prachao
Sisavang Vong sebagai pemegang tampuk pemerintahannya.
g.
Kamboja
Pada
tahun 1947, Kamboja dibawah pimpinan Pangeran Norodom Sihanouk maju selangkah
menjadi negara monarki yang yang berundang-undang dasar. Pada tahun 1949, Kamboja
diakui sebagai negara merdeka dalam lingkungan Uni Perancis. Pada tahun 1953, Kamboja
keluar dari lingkungan Uni Perancis dan menjadi negara merdeka yang berdiri
sendiri.
h.
Thailand
Pada
akhir tahun 1941, Muangthai diduduki oleh Jepang dan menunjuk Luang Phibun Songram
sebagai penguasa Muangthai. Dengan tertembaknya Raja Ananda Mahidol (1946)
menyebabkan Jendral Luang Phibun Songram kembali memimpin Muangthai. Pemerintahan
Phibun Songram menunjukan sikap antikomunis. Sebagai pengganti Raja Ananda
Mahidol diangkat adiknya Phumiphon Aduldet yang masih berusia 19 tahun yang
sedang balajar di Swiss. Dalam melaksanakan pemerintahannya, Phumiphon.A
dibantu oleh Dewan Kerajaan hingga tahun 1950.
i.
Pakistan
Pakistan
berdiri pada tanggal 15 Agustus 1947. Muhammad Ali Jinnah (Ketua Liga Muslim)
menjadi Gubernur Jendral berkedudukan di Karachi dan Perdana Menterinya bernama
Liquat Ali Khan. Sebagai negara muda, Pakistan Mempunyai beberapa masalah yang
menjadi hambatan di antaranya :
1)
Hubungan dengan India
menjadi tegang karena masalah Kashmir.
2)
Bentuk geografis
Pakistan yang ganjil,yaitu terdiri dari dua bagian,Pakistan Barat dan Pakistan
Timur yang dipisahkan oleh India.
g. Sri Lanka
Negara
Sri Lanka atau Sailan (Ceylon) adalah sebuah negara pulau. Negara ini terletak
disebelah tenggara India.Sebagian besar wilayah Sri Lanka datar dengan beberapa
gunung di bagian selatan. Penduduknya diperkirakan berjumlah 12 juta jiwa yang
terdiri dari golongan Sinhala, Tamil, Eurasian, dan Eropa dengan agama yang
dipeluknya Budha, Hindu, Islam, dan Katolik. Pada perang Dunia II, Sri lanka
tidak langsung mengalami bahaya perang. Pemerintahan Inggris menggolkan Sri
Lanka menjadi negara merdeka pada tanggal 4 Februari 1948. Keadaan dalam negeri
Sri Lanka tidak banyak mengalami kegoncangan. Pemerintahan dikepalai oleh
perdana menteri Senayak. Ketika John Kotelawala menjabat sebagai perdana
menteri tahun 1955, negara Sri Lanka merupakan salah satu negara sponsor
Konferensi Asia Afrika(1955).
h. Ethiopia
Pada
tahun 1935 Ethiopia diserbu oleh pasukan-pasukan Italia, namun lima tahun
kemudian dibebaskan oleh pasukan Inggris. Pada tahun 1950 Erithera bergabung dengan Ethiopia, sehingga
mendapat dua pelabuhan di tepi Laut Tengah yaitu Mussawa dan Assab. Ethiopia
menyerupai kerajaan kristen absolut. Pada tahun 1960, Raja Haille Selassie
berhasil memadamkan pemberontakan di negaranya,tetapi tahun 1974 ia digulingkan
dari pemerintahannya.
i.
Libya
Libya
terletak di pantai utara Afrika. Daerahnya pernah menjadi kekuasaan Turki. Pada
tahun 1911, Italia menyerbu dan menguasai Libya selama Perang Dunia II. Pada
tahun 1951, Libya diakui kemerdekaannya dibawah pimpinan Raja Said Idris
Al-Sanusi. Ia pertama kali muncul pada tahun 1916 ketika berhasil memimpin
perjuangan melawan kolonial Italia. Ia semakin dikenal sebagai figur yang
berpengaruh di Cyrenaica, sebuah wilayah yang sekarang berada di utara Libya.
j.
J. Kamerun
Jerman
menguasai Akmerun dari tahun 1881. Ketika Perang Dunai I meletus, Inggris dan
Perancis merebut koloni Jerman itu. Bagian timur dan selatan Kamerun digabungkan
dalam Afrika Ekuatorial perancis dan sisanya dijadikan daerah mandat Liga
Bangsa-Bangsa yang dititipkan kepada Inggris dan Perancis. Pada tanggal 1
januari 1960, daerah mandat inggris menjadi Republik Kamerun Merdeka. Pada
tahun 1961,dalam suatu Plebisit daerah mandat inggris bagian Selatan bergabung
dangan Republik Kamerun. Sedangkan bagian utara bergabung dengan Nigeria.
k. Aljazair
Orang
Perancis menguasai Aljazair sejak tahun 1830. Sebelumnya Aljazair termasuk
wilayah Turki. Karena iklimnya cocok untuk tanam,banyak orang-oarang Perancis
yang menetap di pantai utara. Orang Perancis berhasil menguasai tiga perempat
tanah pertanian di Aljazair. Mereka langsung menetap,sehingga penduduk asli
Aljazair makin terdesak. Lajazair disebut juga Perancis kedua atau
French-Algerei. Pada tahun 1954, orang Aljazair mulai melawan Perancis. Perang
gerilya berlarut-larut sampai tahun 1962.Perang kemerdekaan Aljazair dipelopori
oleh Organisasi FLN (Front de Liberation
Nasionale). Dalam perang kemerdekaan itu terkenal seorang pahlawan wanita
bernama Jamilah
Korea
Pecahnya
Korea Utara dan Korea Selatan merupakan akibat dari aneksasi jepang trhadap
Korea sejak tahun 1910. Setelah jepang kalah dalam perang dunia 2 UNI Soviet
mengambil alih Korea Utara dan Amerika Serikat mengambil alih Korea Selatan.
Akibatnya korea terbagi menjadi dua yaitu Korea Utara dan Korea Selatan.
BAB III
PENUTUP
Nasionalisme
adalah paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikan
kepada negara dan bangsanya, dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara
memiliki suatu sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan
pikirannya demi kemajuan, kehormatan dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa.
Sejak
abad 19 dan abad 20 muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa Asia Afrika.
Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya nasionalisme, antara lain: faktor
dari dalam (kenangan kejayaan masa lampau, perasaan senasib dan sepenanggungan
akibat penderitaan dan kesengsaraan masa penjajahan, munculnya golongan cendekiawan,
paham nasionalis yang berkembang). Sedangkan faktor dari luar antara lain
kemenangan Jepang atas Rusia, perkembangan nasionalisme di berbagai negara,
munculnya paham-paham baru. Selain faktor intern dan ekstern pergerakan
nasional juga ikut mempunyai andil munculnya benih-benih nasionalisme.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdullah. 1992. Materi Pokok Pendidikan IPS-2: Buku I. Modul I.
Jakarta: Departemen
Abdullah, Taufik. 2006. Ilmu Sosial dan
Tantangan Zaman. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hendrayana. 2009. Sejarah 1 : Sekolah Menengah Atas
dan Madrasah Aliyah Jilid 1 Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 202.
http://serbasejarah.blogspot.com/2011/03/sejarah-pengertian-dan-perkembangannya.html diakses
tgl 19/02/2014 at. 8.42
diakses tgl 19/02/2014 at.9.15
http://nuruulhidayah.blogspot.com/2013/02/kegunaan-dan-manfaat-mempelajari-sejarah.html diakses
tgl 19/02/2014 at.9.06

mbak dekolonisasi nya koq ndak ada apa udah jadi satu ta mbak dengan nasionalisme ?
BalasHapusDekolonisasi itukan lepasnya negara2 jajahan dari tangan penjajah. Sedangkan munculnya proses dekolonisasi itu diawali oleh bangkitnya rasa nasionalisme (menciptakan dan mempertahankan kemerdekaan). Jadi dekolonisasi bagian dari nasionalisme.
BalasHapusterimakasih ya ,tetap semangat
BalasHapus