Selasa, 11 Maret 2014

Makalah Sejarah Globalisme



KONSEP DASAR, ISU-ISU DAN MASALAH-MASALAH YANG
TERKAIT DALAM GLOBALISME
(MAKALAH)


MATA KULIAH: SEJARAH DAN MASALAH NASIONALISME GLOBALISME


DOSEN:         1.   Prof. DR. H. SUDJARWO, M.S
2.      Dr. Hi. DARSONO,M.Pd


unila2.jpg


OLEH :
GUSNETTY JAYASINGA/ 1323031012


PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014

KATA PENGANTAR



            Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayahNya maka tugas ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme pada Program Studi Magister Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
            Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam penyajian dan referensi yang dapat penyusun pergunakan dan menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kelemahan dan kekurangan sehingga diharapkan kritik dan saran dari Bapak Prof.Dr. H. Sudjarwo, M.S dan Dr.Hi.Darsono, M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme demi perbaikan dan kesempurnaan pemahaman yang penyusun dapatkan dalam pembuatan tugas-tugas lainnya. Demikian tugas ini disusun semoga bermanfaat bagi semua pihak.



Metro, Februari 2014



Penulis







DAFTAR ISI
                                                                                                                       


Halaman
HALAMAN JUDUL

..................................................................
1
KATA PENGANTAR

...................................................................
2
DAFTAR ISI

..................................................................
3
BAB I.
PENDAHULUAN  ..................................
1.1.Latarbelakang ....................................
4
4

1.2.Rumusan Masalah ..............................
5

1.3.Tujuan Penulisan ...............................
5



BAB II.
PEMBAHASAN .....................................
6

A.     Pengertian Global dan Globalisme ....
B.     Konsep Globalisme ............................
C.     Proses Globalisme .............................
D.     Teori Globalisme ................................
E.      Macam-macam Globalisme ...............
F.      Dampak Globalisme ...........................
G.     Isu-isu dan masalah-masalah yang terkait dengan globalisme ..................

6
7
8
9
10
12

12
BAB III.
PENUTUP ...............................................
15
DAFTAR PUSTAKA
..................................................................
16




BAB I
PENDAHULUAN



A.     Latar Belakang Masalah
Kemajuan zaman tidak selalu berdampak postif bagi kehidupan manusia akan tetapi tidak sedikit yang berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Globalisasi membuat perubahan yang sangat besar terhadap kelangsungan kehidupan manusia, baik itu sisi ekonomi, budaya, cara sikap orang, cara berpakaian, gaya hidup, dll. Dalam lingkup yang lebih besar semua itu membuat negara-negara berjuang lebih keras untuk mempertahankan kelangsungan kehidupannya, bagaimana suatu negara tersebut dapat bertahan dengan sikap, budaya, ekonomi, dll dengan baik.
Globalisasi yang terjadi saat ini merupakan sebuah tantangan kenyataan bagi seluruh manusia sebagai individu dan bagi negara dalam lingkup besar, hanya negara yang memiliki kesiapan yang bisa bertahan dan terus maju dalam era globalisasi ini. Maka perspektif global adalah salah satu jawaban dari itu semua, dengan perspektif dan pendidikan global diharapkan semua manusia dan negara-negara memiliki kesiapan untuk bertahan di era globalisasi ini tanpa harus mengalamai degradasi moral, ekonomi, dll melainkan bisa terus berkembang seiring berkembangnya zaman. Globalisasi bisa dianggap sebagai penyebaran dan intensifikasi dari hubungan ekonomi, sosial, dan kultural yang menembus sekat-sekat geografis ruang dan waktu. Dengan demikian, globalisasi hampir melingkupi semua hal yang berkaitari dengan ekonomi, politik, kemajuan teknologi, informasi, komunikasi, transportasi, dll. Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan global, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia. Untuk menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini kiranya perlu dikemukakan adanya rumusan masalah agar nantinya dapat menjadi pedoman untuk mencapai sasaran.
Adapun rumusan masalah yang akan dikemukakan oleh penyusun adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana konsep dasar globalisme?
2.      Isu-isu dan masalah-masalah apa saja yang terkait dalam globalisme?

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1.      Secara teoritis, guna memenuhi tugas Mata Kuliah Sejarah dan masalah nasionalisme globalisme
2.      Untuk memahami tentang konsep dasar, isu-isu dan masalah-masalah yang terkait dengan globalisme.




BAB II
PEMBAHASAN



A.     Pengertian Global dan Globalisasi
a.      Global
Menurut kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Contemporary English, menartikan Global dengan “concerning the whole earth”. Sesuatu yang berkaitan dengan dunia, internasional atau seluruh alam jagat raya.
b.      Globalisasi
Globalisasi mengandung pengertian proses. Huckle (Miriam Steiner, 1996) menyatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan dan kegiatan disalah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Ahli lainya Albrow (yaya, 1998) mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses dimana manusia di bumi ini diinkorporasikan ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global.
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang internet public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia hingga muncul istilah The Fenomenon small world. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.
Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Tentu saja globaisasi membawa berbagai dampak, ada yang bersifat positif maupun yang negatif, sebagaimana yang dikemukakan oleh Tilaar (1998) positifnya munculnya masyarakat Megakompetisi. Negatifnya ancaman bagi budaya lokal yang akan tergantikan oleh budaya global. Sedang ciri-ciri globalisasi menurut Tilaar adalah adanya pasar bebas, berkembangnya nilai demokrasi, menghormati HAM.
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempercepat proses globalisasi di negara kita. Globalisasi menciptakan tantangan dan juga permasalahan dalam lingkungan masyarakat.
Dalam banyak hal globalisasi memiliki banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

B.     Konsep Globalisasi
Dibawah ini konsep globalisasi menurut para ahli adalah:
1.      Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
2.      Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
3.      Thomas L. Friedman
Globalisasi memiliki dimensi ideology dan teknologi. Dimensi ideologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
4.       Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara negara-negara di dunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
5.       Leonor Briones
Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita.

C.     Proses Globalisasi
Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup. Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial. Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis di luar negeri daripada di negerinya sendiri, seperti meniru gaya punk,cara bergaul.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi :
1.      Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti : telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2.      Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan inter nasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional dan dominasi organisasi semacam world trade organization (WTO).
3.      Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olahraga internasional). Saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literature, dan makanan.
4.      Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi ragional dan lain-lain.

D.     Teori Globalisasi
Di dalam globalisasi ini Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
1.      Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga diseluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogeny. Meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat yang sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut:
Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan seperti itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.

2.      Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi, mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau revolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.

3.      Para transfornasionalis berada diantara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami seharusnya “seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung” mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau setidaknya dapat dikendalikan.

E.      Macam-macam Globalisasi
1.      Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara diseluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintregasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a.       Globalisasi Produksi
b.      Globalisasi Pembiayaan
c.       Globalisasi Tenaga Kerja
d.      Globalisasi Jaringan Informasi
e.       Globalisasi perdagangan
Thompson mencatat bahwa kaum globalisasi mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengrai dengan adanya kekuatan pasar dunia. Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan globalisasi ekonomi, diantaranya:

1)      Kebijakan globalisasi ekonomi
a)      Produksi global dapat ditingkatkan
b)      Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
c)      Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
d)      Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
e)      Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi

2)      Keburukan globalisasi ekonomi
a)      Menghamabat pertumbuhan sektor industri
b)      Memperburuk neraca pembayaran
c)      Sektor keuangan semakin stabil
d)      Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

2.      Globalisasi Kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagi hal. Persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila di sadari bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini (Lucian W. Pye,1966).
Namun perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai saran utama komunikasi antar bangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.
Ciri perkembangan globalisasi kebudayaan:
a.       Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
b.      Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan   akses suatu individu terhadap kebudayaan lain diluar kebudayaannya.
c.       Berkembangnya turisme dan pariwisata.
d.      Semakin banyak imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
e.       Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film, dan lain-lain.
f.        Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti piala dunia.
  
F.      Dampak Globalisasi
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakat modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positifnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lain.
Sedangkan dampak negatifnya yaitu banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif, salah satu contoh dengan hadirnya modernisasi disegala bidang kehidupan, terjadi perubahan cirri kehidupan masyarakat desa yang tadinya bernilai gotong royong menjadi individual. Selain itu juga timbulnya sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri seseorang. Pada sebagian masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti nilai-nilai budaya luar yang dapat terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.

G.    Isu-isu dan masalah-masalah yang terkait dengan globalisme
Akibat arus budaya global, isu-isu international sekarang ini banyak berpengaruh pada aspek politik. Pengaruh itu, melalui isu tentang demokrasi, isu hak asasi manusia, dan transparansi (keterbukaan). Pada aspek sosial budaya muncul isu tentang perlunya sikap pluralisme dan pelestarian lingkungan hidup. Dalam bidang ekonomi muncul pasar global (global market) dan pesaing global, sedangkan di bidang keamanan muncul isu terorisme. Isu tentang lingkungan mencakup kekurangan pangan, kekurangan sumber air bersih, polusi, dan perubahan iklim. Sedangkan isu tentang kemanusiaan mencakup kemiskinan, konflik atau perang, dan wabah penyakit.
Isu global merupakan persoalan lintas budaya dan bangsa yang sedang hangat dibicarakan pada masa sekarang ini oleh masyarakat didunia. Isu ini tidak hanya dihadapi oleh satu negara saja, melainkan dihadapi oleh berbagai negara di belahan dunia.
Beberapa isu internasional yang sering terdengar adalah sebagai berikut:
1.      Isu tentang Demokrasi
Paham demokrasi berdasarkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Oleh karena itu, rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi di Negara. Demokrasi sebagai sistem politik harus mengikutsertakan rakyat dalam pengambilsn keputusan. Semua Negara ingin disebut sebagai Negara dmokrasi. Negra-negara yang belum berpemerintahan demokrasi atau masih melakukan praktik pemerintahan otoriter banyak di kecam oleh Negara lain. Negara-negara otoriter umumnya terkucilkan dari pergaulan internasional. Contoh Negara Myanmar (Burma).
2.      Isu tentang Hak Asasi Manusia
Masalah hak asasi manusia berkaitan erat dengan demokrasi. Sekarang ini dunia sangat memperhatikan penegakan hak asasi manusia. Adanya berbagai perang, pertentangan, dan konflik antar bangsa dikarenakan adanya penindasan terhadap hak asasi manusia dan perilaku sewenag-wenang. Masalah hak asasi manusi merupakn masalah internasional.
3.      Isu tentang Transparansi (Keterbukaan)
Transparansi atau keterbukaan terutama ditunjukan pada penyelenggara pemerintahan negara. Pemerintahan yang tertutup tidak akan lama bertahan lama sebab kemajuan informasi telah mampu menerobos berbagai ketertutupan yang disembunyikan pemerintah. Pemerintahan yang tertutup juga dianggap tidak demokratis karena tidak ada pertanggungjawaban publik dan tidak mengikutseertakan rakyat dalam bernegara. Hal ini bertentangan dengan pesan demokrasi.penyelenggaraan negara diharapkan berlaku terbuka dan transparan terhadap rakyatnya.
4.      Isu tentang pelestarian lingkungan hidup
Lingkungan hidup merupakan isu internasional yng ditunjukan terhadap Negara-negara. Sekarang ini, lingkungan hidup yang rusak dapat menjadi ancaman baru bagi umat manusia. Negara-negara yang memiliki kakayaan alam dan hutan dihimbau untuk serius dalam melestarikan lingkungan hidup. Misalnya kebakaran hutan di Kalimantan buakn hanya merugikan Indonesia, tetapi mengganggu Negara-negara tetangga, bahkn mengancam ekosistem dunia. Tindakan prusakan lingkungan juga mendapat kecaman masyarakat internasional.
5.      Isu tentang Pluralisme
Dalam masyarakat global, hubungan antarmanusia akan makin intensif dan tidak hanya manusia sebangsa, tetapi manusia berbeda ras, agama, nilai budaya, bahasa, dan adat. Sikap menghargai keberanekaan dan perbedaan (pluralisme) sangat dibutuhkan. Apabila suatu bangsa memaksa nilai budayanya dan tidak menghargai budaya lain, hubungan global akan rusak.
6.      Isu tentang pasar global
Alam era global, barang, jasa, dan produk dari berbagai Negara akan masuk dan saling berkompetisi dengan produk lokal. Arus keluar masuk barang dan jasa tidak lagi dibatasi. Di wilayah-wilayah regional dibentuk pasar bersama, misalnya di Asia dengan pemberlakuan AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2003, di Amerika dengan NAFTA.




BAB III
PENUTUP



Telah diuraikan sebelumnya bahwa globalisasi disamping memberi pengaruh positif terhadap kehidupan umat manusia, juga memiliki dampak buruk bagi kehidupan. Contoh dampak positif adalah kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, sedangkan dampak buruknya adalah munculnya sifat konsumenrisme karena semua hal serba mudah dan cepat. Oleh karena itu, kita harus bisa dan mampu bersikap selektif dalam arti dapat memilih dan memilah pengaruh global tersebut yang berdampak positif dan negatif. Terhadap global yang positif kita terima sebagai upaya kemajuan hidup manusia, sedangka perilaku yang berdampak buruk kita hindari.
Sekarang ini internet sudah ada di tempat-tempat umum, khususnya di lembaga pendidikan. Teknologi informasi ini menyajikan beragam informasi dari berbagai belahan dunia tanpa batas. Informasi yang disajikan seakan tanpa batas dan tidak ada yang membatasinya. Orang yang membuka internet dapat bebas menjelajahi dunia maya tanpa dapat dicegah.
Globalosasi perlu diwaspadai dan dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana. Salah satu sisi negatif dari globalisasi adalah semakin menguatnya nilai-nilai materialisis pada masyarakat Indonesia. Disisi lain nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, kermahtamahan sosial, dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia makin pudar. Inilah yang menyebabkan krisis jati diri bangsa.




DAFTAR PUSTAKA



T. May Rudi. 2003, Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-Masalah Global : Isu, Konsep, Teori, dan Paradigma, Bandung : Refika Aditama.
Jemadu, Aleksius. 2008. Politik Global dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta.: Graha Ilmu

http://yenyndut.blogspot.com/2012/05/makalah-pkn-globalisasi.html      diakses tgl 19/02/2014 at. 08.09
http://douxnanaz.blogspot.com/2011/06/isu-isu-globalisasi_20.html        diakses tgl 19/02/2014 at.08.17












Tidak ada komentar:

Posting Komentar