KONSEP
DASAR, ISU-ISU DAN MASALAH-MASALAH YANG
TERKAIT
DALAM GLOBALISME
(MAKALAH)
MATA
KULIAH: SEJARAH DAN MASALAH NASIONALISME GLOBALISME
DOSEN:
1. Prof. DR. H. SUDJARWO, M.S
2. Dr. Hi. DARSONO,M.Pd

OLEH
:
GUSNETTY JAYASINGA/ 1323031012
PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2014
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan
hidayahNya maka tugas ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas
perkuliahan Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme pada Program Studi
Magister Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung.
Penulis
menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam penyajian dan referensi yang
dapat penyusun pergunakan dan menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
banyak kelemahan dan kekurangan sehingga diharapkan kritik dan saran dari Bapak
Prof.Dr. H. Sudjarwo, M.S dan Dr.Hi.Darsono, M.Pd sebagai dosen pengampu mata
kuliah Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme demi perbaikan dan
kesempurnaan pemahaman yang penyusun dapatkan dalam
pembuatan tugas-tugas lainnya. Demikian tugas ini disusun semoga
bermanfaat bagi semua pihak.
Metro, Februari 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
|
|
|
Halaman
|
|
HALAMAN JUDUL
|
..................................................................
|
1
|
|
KATA PENGANTAR
|
...................................................................
|
2
|
|
DAFTAR ISI
|
..................................................................
|
3
|
|
BAB I.
|
PENDAHULUAN
..................................
1.1.Latarbelakang ....................................
|
4
4
|
|
|
1.2.Rumusan Masalah ..............................
|
5
|
|
|
1.3.Tujuan Penulisan ...............................
|
5
|
|
|
|
|
|
BAB II.
|
PEMBAHASAN
.....................................
|
6
|
|
|
A.
Pengertian Global
dan Globalisme ....
B. Konsep Globalisme ............................
C. Proses Globalisme .............................
D.
Teori Globalisme ................................
E.
Macam-macam
Globalisme ...............
F.
Dampak Globalisme
...........................
G.
Isu-isu dan
masalah-masalah yang terkait dengan globalisme ..................
|
6
7
8
9
10
12
12
|
|
BAB III.
|
PENUTUP ...............................................
|
15
|
|
DAFTAR PUSTAKA
|
..................................................................
|
16
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Kemajuan
zaman tidak selalu berdampak postif bagi kehidupan manusia akan tetapi tidak
sedikit yang berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Globalisasi membuat
perubahan yang sangat besar terhadap kelangsungan kehidupan manusia, baik itu
sisi ekonomi, budaya, cara sikap orang, cara berpakaian, gaya hidup, dll. Dalam
lingkup yang lebih besar semua itu membuat negara-negara berjuang lebih keras
untuk mempertahankan kelangsungan kehidupannya, bagaimana suatu negara tersebut
dapat bertahan dengan sikap, budaya, ekonomi, dll dengan baik.
Globalisasi
yang terjadi saat ini merupakan sebuah tantangan kenyataan bagi seluruh manusia
sebagai individu dan bagi negara dalam lingkup besar, hanya negara yang
memiliki kesiapan yang bisa bertahan dan terus maju dalam era globalisasi ini.
Maka perspektif global adalah salah satu jawaban dari itu semua, dengan
perspektif dan pendidikan global diharapkan semua manusia dan negara-negara
memiliki kesiapan untuk bertahan di era globalisasi ini tanpa harus mengalamai
degradasi moral, ekonomi, dll melainkan bisa terus berkembang seiring
berkembangnya zaman. Globalisasi bisa dianggap sebagai penyebaran dan
intensifikasi dari hubungan ekonomi, sosial, dan kultural yang menembus
sekat-sekat geografis ruang dan waktu. Dengan demikian, globalisasi hampir
melingkupi semua hal yang berkaitari dengan ekonomi, politik, kemajuan
teknologi, informasi, komunikasi, transportasi, dll. Perkembangan dunia
pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan
global, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Era pasar
bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia. Untuk
menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat
meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan
memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta
memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
B. Rumusan Masalah
Dalam
penulisan makalah ini kiranya perlu dikemukakan adanya rumusan masalah agar
nantinya dapat menjadi pedoman untuk mencapai sasaran.
Adapun
rumusan masalah yang akan dikemukakan oleh penyusun adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep dasar globalisme?
2. Isu-isu dan masalah-masalah apa saja yang terkait
dalam globalisme?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penyusunan makalah ini antara lain:
1.
Secara teoritis, guna
memenuhi tugas Mata Kuliah Sejarah dan masalah nasionalisme globalisme
2.
Untuk memahami
tentang konsep dasar, isu-isu dan masalah-masalah yang terkait dengan globalisme.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Global dan Globalisasi
a. Global
Menurut kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Contemporary English, menartikan Global
dengan “concerning the whole earth”.
Sesuatu yang berkaitan dengan dunia, internasional atau seluruh alam jagat
raya.
b. Globalisasi
Globalisasi mengandung pengertian proses. Huckle
(Miriam Steiner, 1996) menyatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses dengan
mana kejadian, keputusan dan kegiatan disalah satu bagian dunia menjadi suatu
konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh.
Ahli lainya Albrow (yaya, 1998) mengemukakan bahwa globalisasi adalah
keseluruhan proses dimana manusia di bumi ini diinkorporasikan ke dalam
masyarakat dunia tunggal, masyarakat global.
Globalisasi adalah suatu
proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan
Manusia di Negara Berkembang internet public jurnal.september 2005). Sebagai
proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar
bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin
dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia hingga muncul
istilah The Fenomenon small world.
Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain. Teknologi
informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi.
Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi
dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.
Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari
kehadirannya.
Tentu saja globaisasi membawa berbagai dampak, ada yang bersifat positif maupun yang negatif, sebagaimana yang dikemukakan oleh Tilaar (1998) positifnya munculnya masyarakat Megakompetisi. Negatifnya ancaman bagi budaya lokal yang akan tergantikan oleh budaya global. Sedang ciri-ciri globalisasi menurut Tilaar adalah adanya pasar bebas, berkembangnya nilai demokrasi, menghormati HAM.
Tentu saja globaisasi membawa berbagai dampak, ada yang bersifat positif maupun yang negatif, sebagaimana yang dikemukakan oleh Tilaar (1998) positifnya munculnya masyarakat Megakompetisi. Negatifnya ancaman bagi budaya lokal yang akan tergantikan oleh budaya global. Sedang ciri-ciri globalisasi menurut Tilaar adalah adanya pasar bebas, berkembangnya nilai demokrasi, menghormati HAM.
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus
dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan
merupakan bagian dari proses manusia global itu. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi mempercepat proses globalisasi di negara kita. Globalisasi
menciptakan tantangan dan juga permasalahan dalam lingkungan masyarakat.
Dalam banyak hal globalisasi memiliki banyak
karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini
sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi
yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
B.
Konsep Globalisasi
Dibawah ini konsep globalisasi menurut para
ahli adalah:
1. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang
berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang
penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
2. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global
secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan
terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
3. Thomas L. Friedman
Globalisasi memiliki dimensi ideology dan
teknologi. Dimensi ideologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan
dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
4. Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat
cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara negara-negara di dunia
dalam hal perdagangan dan keuangan.
5. Leonor Briones
Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan
dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis,
pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita.
C. Proses Globalisasi
Perkembangan yang paling menonjol dalam era
globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial
seperti gaya hidup. Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus
informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung,
dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan
kesenjangan sosial. Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat,
sehingga memunculkan kelompok spesialis di luar negeri daripada di negerinya
sendiri, seperti meniru gaya punk,cara bergaul.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan
semakin berkembangnya fenomena globalisasi :
1.
Perubahan
dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti : telepon
genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global
terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme
memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2.
Pasar
dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung
sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan inter nasional, peningkatan
pengaruh perusahaan multinasional dan dominasi organisasi semacam world trade organization (WTO).
3.
Peningkatan
interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film,
musik, dan transmisi berita dan olahraga internasional). Saat ini, kita dapat
mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang
melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literature, dan
makanan.
4.
Meningkatnya
masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional,
inflasi ragional dan lain-lain.
D.
Teori
Globalisasi
Di dalam globalisasi ini Cochrane dan Pain
menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi
teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
1.
Para
globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi
nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga diseluruh dunia berjalan. Mereka
percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan
dan ekonomi global yang homogeny. Meskipun demikian, para globalis tidak
memiliki pendapat yang sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut:
Para globalis
positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan seperti itu dan
menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran
dan bertanggung jawab.
2.
Para
tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi, mereka
berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang
ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi
sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami
saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau revolusi, dari produksi dan
perdagangan kapital.
3.
Para
transfornasionalis berada diantara para globalis dan tradisionalis. Mereka
setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para
globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita
menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa
globalisasi seharusnya dipahami seharusnya “seperangkat hubungan yang saling
berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak
terjadi secara langsung” mereka
menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif
atau setidaknya dapat dikendalikan.
E.
Macam-macam
Globalisasi
1.
Globalisasi
Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu
proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara diseluruh dunia
menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintregasi dengan tanpa rintangan
batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan
seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa.
Menurut Tanri
Abeng, perwujudan nyata dari
globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a.
Globalisasi
Produksi
b.
Globalisasi
Pembiayaan
c.
Globalisasi
Tenaga Kerja
d.
Globalisasi
Jaringan Informasi
e.
Globalisasi
perdagangan
Thompson mencatat bahwa kaum globalisasi
mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam
investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian
nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengrai dengan
adanya kekuatan pasar dunia. Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan
globalisasi ekonomi, diantaranya:
1)
Kebijakan
globalisasi ekonomi
a)
Produksi
global dapat ditingkatkan
b)
Meningkatkan
kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
c)
Meluaskan
pasar untuk produk dalam negeri
d)
Dapat
memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
e)
Menyediakan
dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
2)
Keburukan
globalisasi ekonomi
a)
Menghamabat
pertumbuhan sektor industri
b)
Memperburuk
neraca pembayaran
c)
Sektor
keuangan semakin stabil
d)
Memperburuk
prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
2.
Globalisasi
Kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek
yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat
diartikan sebagai nilai-nilai (values)
yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga
masyarakat terhadap berbagi hal. Persepsi berkaitan dengan aspek-aspek
kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek
kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila di sadari bahwa tingkah laku
seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang
bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah
kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya
nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia
atau world culture) telah terlihat
semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri
dari perjalanan para penjelajah Eropa
Barat ke berbagai tempat di
dunia ini (Lucian W. Pye,1966).
Namun perkembangan globalisasi kebudayaan
secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi
komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai saran utama
komunikasi antar bangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa
lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan
globalisasi kebudayaan.
Ciri perkembangan globalisasi kebudayaan:
a.
Berkembangnya
pertukaran kebudayaan internasional.
b.
Penyebaran
prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses
suatu individu terhadap kebudayaan lain diluar kebudayaannya.
c.
Berkembangnya
turisme dan pariwisata.
d.
Semakin
banyak imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
e.
Berkembangnya
mode yang berskala global, seperti pakaian, film, dan lain-lain.
f.
Bertambah
banyaknya event-event berskala global, seperti piala dunia.
F.
Dampak
Globalisasi
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang
begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan
proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakat modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama
pada aspek sosial dampak positifnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi
yang mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lain.
Sedangkan dampak negatifnya yaitu banyaknya
nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau
menerapkannya secara selektif, salah satu contoh dengan hadirnya modernisasi
disegala bidang kehidupan, terjadi perubahan cirri kehidupan masyarakat desa
yang tadinya bernilai gotong royong menjadi individual. Selain itu juga
timbulnya sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri seseorang.
Pada sebagian masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti nilai-nilai budaya
luar yang dapat terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia nantinya tidak
dihargai karena lebih banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
G.
Isu-isu dan masalah-masalah yang terkait dengan globalisme
Akibat arus budaya global, isu-isu international
sekarang ini banyak berpengaruh pada aspek politik. Pengaruh itu, melalui isu
tentang demokrasi, isu hak asasi manusia, dan transparansi (keterbukaan). Pada
aspek sosial budaya muncul isu tentang perlunya sikap pluralisme dan
pelestarian lingkungan hidup. Dalam bidang ekonomi muncul pasar global (global
market) dan pesaing global, sedangkan di bidang keamanan muncul isu
terorisme. Isu tentang lingkungan
mencakup kekurangan pangan, kekurangan sumber air bersih, polusi, dan perubahan
iklim. Sedangkan isu tentang kemanusiaan mencakup kemiskinan, konflik atau
perang, dan wabah penyakit.
Isu global merupakan persoalan lintas budaya
dan bangsa yang sedang hangat dibicarakan pada masa sekarang ini oleh
masyarakat didunia. Isu ini tidak hanya dihadapi oleh satu negara saja,
melainkan dihadapi oleh berbagai negara di belahan dunia.
Beberapa
isu internasional yang sering terdengar adalah sebagai berikut:
1.
Isu tentang Demokrasi
Paham
demokrasi berdasarkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Oleh karena
itu, rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi di Negara. Demokrasi sebagai
sistem politik harus mengikutsertakan rakyat dalam pengambilsn keputusan. Semua
Negara ingin disebut sebagai Negara dmokrasi. Negra-negara yang belum
berpemerintahan demokrasi atau masih melakukan praktik pemerintahan otoriter
banyak di kecam oleh Negara lain. Negara-negara otoriter umumnya terkucilkan
dari pergaulan internasional. Contoh Negara Myanmar (Burma).
2.
Isu tentang Hak Asasi
Manusia
Masalah
hak asasi manusia berkaitan erat dengan demokrasi. Sekarang ini dunia sangat
memperhatikan penegakan hak asasi manusia. Adanya berbagai perang,
pertentangan, dan konflik antar bangsa dikarenakan adanya penindasan terhadap
hak asasi manusia dan perilaku sewenag-wenang. Masalah hak asasi manusi
merupakn masalah internasional.
3.
Isu tentang
Transparansi (Keterbukaan)
Transparansi
atau keterbukaan terutama ditunjukan pada penyelenggara pemerintahan negara.
Pemerintahan yang tertutup tidak akan lama bertahan lama sebab kemajuan
informasi telah mampu menerobos berbagai ketertutupan yang disembunyikan
pemerintah. Pemerintahan yang tertutup juga dianggap tidak demokratis karena
tidak ada pertanggungjawaban publik dan tidak mengikutseertakan rakyat dalam
bernegara. Hal ini bertentangan dengan pesan demokrasi.penyelenggaraan negara diharapkan
berlaku terbuka dan transparan terhadap rakyatnya.
4.
Isu tentang
pelestarian lingkungan hidup
Lingkungan
hidup merupakan isu internasional yng ditunjukan terhadap Negara-negara.
Sekarang ini, lingkungan hidup yang rusak dapat menjadi ancaman baru bagi umat
manusia. Negara-negara yang memiliki kakayaan alam dan hutan dihimbau untuk
serius dalam melestarikan lingkungan hidup. Misalnya kebakaran hutan di
Kalimantan buakn hanya merugikan Indonesia, tetapi mengganggu Negara-negara
tetangga, bahkn mengancam ekosistem dunia. Tindakan prusakan lingkungan juga
mendapat kecaman masyarakat internasional.
5.
Isu tentang Pluralisme
Dalam
masyarakat global, hubungan antarmanusia akan makin intensif dan tidak hanya
manusia sebangsa, tetapi manusia berbeda ras, agama, nilai budaya, bahasa, dan
adat. Sikap menghargai keberanekaan dan perbedaan (pluralisme) sangat
dibutuhkan. Apabila suatu bangsa memaksa nilai budayanya dan tidak menghargai
budaya lain, hubungan global akan rusak.
6.
Isu tentang pasar
global
Alam
era global, barang, jasa, dan produk dari berbagai Negara akan masuk dan saling
berkompetisi dengan produk lokal. Arus keluar masuk barang dan jasa tidak lagi
dibatasi. Di wilayah-wilayah regional dibentuk pasar bersama, misalnya di Asia
dengan pemberlakuan AFTA (ASEAN Free
Trade Area) 2003, di Amerika dengan NAFTA.
BAB III
PENUTUP
Telah
diuraikan sebelumnya bahwa globalisasi disamping memberi pengaruh positif
terhadap kehidupan umat manusia, juga memiliki dampak buruk bagi kehidupan.
Contoh dampak positif adalah kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi,
sedangkan dampak buruknya adalah munculnya sifat konsumenrisme karena semua hal
serba mudah dan cepat. Oleh karena itu, kita harus bisa dan mampu bersikap
selektif dalam arti dapat memilih dan memilah pengaruh global tersebut yang
berdampak positif dan negatif. Terhadap global yang positif kita terima sebagai
upaya kemajuan hidup manusia, sedangka perilaku yang berdampak buruk kita
hindari.
Sekarang
ini internet sudah ada di tempat-tempat umum, khususnya di lembaga pendidikan.
Teknologi informasi ini menyajikan beragam informasi dari berbagai belahan
dunia tanpa batas. Informasi yang disajikan seakan tanpa batas dan tidak ada
yang membatasinya. Orang yang membuka internet dapat bebas menjelajahi dunia
maya tanpa dapat dicegah.
Globalosasi
perlu diwaspadai dan dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana. Salah satu sisi negatif
dari globalisasi adalah semakin menguatnya nilai-nilai materialisis pada
masyarakat Indonesia. Disisi lain nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan,
kermahtamahan sosial, dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai
kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia makin pudar. Inilah yang
menyebabkan krisis jati diri bangsa.
DAFTAR
PUSTAKA
Jemadu, Aleksius. 2008. Politik Global dalam
Teori dan Praktek. Yogyakarta.: Graha Ilmu
http://yenyndut.blogspot.com/2012/05/makalah-pkn-globalisasi.html diakses
tgl 19/02/2014 at. 08.09
http://douxnanaz.blogspot.com/2011/06/isu-isu-globalisasi_20.html diakses
tgl 19/02/2014 at.08.17
http://6r4-pa.blogspot.com/2012/08/isu-isu-globalisasi-dan-liberalisasi.html diakses
tgl 19/02/2014 at.08.28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar