(MAKALAH)
MATA KULIAH: SEJARAH DAN MASALAH NASIONALISME GLOBALISME
DOSEN: 1. Prof.
DR. H. SUDJARWO, M.S
2. Dr. Hi. DARSONO,M.Pd

OLEH :
GUSNETTY JAYASINGA/ 1323031012
PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur
kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayahNya maka tugas ini dapat
diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan Sejarah dan Masalah
Nasionalisme Globalisme pada Program Studi Magister Pendidikan IPS Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak
kekurangan dalam penyajian dan referensi yang dapat penyusun pergunakan dan
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kelemahan dan kekurangan
sehingga diharapkan kritik dan saran dari Bapak Prof.Dr. H. Sudjarwo, M.S dan
Dr.Hi.Darsono, M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Ekonomi, Masalah Bisnis
dan Kewirausahaan demi perbaikan dan kesempurnaan pemahaman yang penyusun
dapatkan dalam pembuatan tugas-tugas lainnya.Demikian tugas ini
disusun semoga bermanfaat bagi semua pihak.
Metro, Februari
2014
Penulis
DAFTAR ISI
|
|
|
Halaman
|
|
HALAMAN
JUDUL
|
..................................................................
|
1
|
|
KATA
PENGANTAR
|
...................................................................
|
2
|
|
DAFTAR
ISI
|
..................................................................
|
3
|
|
BAB
I.
|
PENDAHULUAN
..................................
1.1.Latarbelakang
....................................
|
4
4
|
|
|
1.2.Rumusan
Masalah ..............................
|
4
|
|
|
1.3.Tujuan
Penulisan ...............................
|
5
|
|
|
|
|
|
BAB
II.
|
PEMBAHASAN
.....................................
|
6
|
|
|
A. Pengertian
Sejarah .............................
B. Metode dan
ilmu bantu sejarah ..........
C.
Tujuan dan kegunaan sejarah .............
D. Ditinjau
dari asal kata dan menurut para ahli .............................................
E. Pengertian
Teory dan konsep sejarah..
F. Konsep
dasar ilmu sejarah .................
G. Teori-teori
sejarah .............................
|
6
7
8
9
13
15
16
|
|
BAB
III.
|
PENUTUP
...............................................
|
23
|
|
DAFTAR
PUSTAKA
|
..................................................................
|
24
|
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Sejarah
sebagai ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri yang seperti halnya kategori ilmu
pengetahuan yakni bersifat Empirik dimana berdasarkan
pengetahuan-pengetahuan dan pengalaman manusia baik dari jaman prasejarah,
proto sejarah sampai ke jaman sejarah. Disamping itu sejarah juga
memiliki Objek Kajian yakni manusia pada perkembangannya dari
waktu ke waktu dan ruang-ruang kehidupan manusia itu sendiri. Sejarah juga
memiliki Metode yakni metode sejarah dimana dalam menyusun
pengetahuan-pengetahuan dan kebenaran-kebenaran dari suatu peristiwa, dalam
melakukan penelitian sejarah memiliki beberapa metode yakni, heuristik tahap
mengumpulkan sumber, kritik sumber untuk menguji keabsahan dan
kebenaran dari sumber yang di kumpulkan, interpretasi menyusun
sumber berdasarkan subyek kajiannya, dan yang terkhir historiografi yakni
menulis sejarah itu sendiri.
Sebagai
sebuah disiplin ilmu pengetahuan lahir kritikan dari kaum post modernism dimana
menurutnya bahwa sebuah disiplin ilmu mestilah memiliki obyek, teory, dan
kebenaran eksplansinya dimana pada objek kajian sejarah yakni tingkah laku masa
lalu yang terus berubah dan tidak memiliki hukum tetap sehingga kebenaran pasti
dari masa lalu tidak akan bisa di buktikan secara pasti, dan kalaupun bisa
dibuktikan maka kemudian tentu kejadian dari masa lalu tersebut akan jauh dari
kebenaran aslinya.
B. Rumusan Masalah.
1. Apa
pengertian teori, konsep, ilmu dan sejarah itu sendiri?
2. Apa
saja konsep-konsep sejarah?
3. Apa
saja teori-teori sejarah?
C. Tujuan Pembuatan Makalah.
1. Memahami
pengertian teori, konsep, ilmu dan sejarah.
2. Memahami
konsep-konsep sejarah.
3. Memahami
teori-teori sejarah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian sejarah
Pada umumnya, para ahli sepakat untuk membagi peranan
dan kedudukan sejarah atas 3 hal, yakni sejarah sebagai peristiwa, sejarah
sebagai ilmu, sejarah sebagai cerita (ismaun,1993::277)
1.
Sejarah sebagai
peristiwa
Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia
dimasa lampau. pengertian masyarakat manusia dan masa lampau adalah sesuatu
yang penting dalam definisi sejarah. Sebab kejadian yang tidak memiliki
hubungan dengan kehidupan masyarakat manusia bukanlah merupakan suatu peristiwa
sejarah. Para ahli sejarah menggolongkan lagi sejarah atas beberapa tema, pembagian
sejarah yang demikian itulah disebut pembagian sejarah scara sistematis seperti
: sejarah sosial, sejarah politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian,
sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, sejarah intelektual, dsb.
Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sejarah sebagai kenyataan dan
sejarah serba objektif (ismaun,1993:279). Artinya peristiwa-peristiwa tersebut
benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan,
seperti berupa saksi mata yang dijadikan sumber sejarah,
peninggalan-peninggalan, dan catatan-catatan.
2.
Sejarah sebagai ilmu
Dalam pengertiannya kita mengenal definisi sejarah
yang bermacam-macam, baik yang menyangkut persoalan kedudukan sejarah bagian
ilmu sosial, sejarah bagian dari ilmu humaniora, maupun yang berkembang
disekitar makna dan hakikat yang terkandung dalam sejarah. Bury ( teggar
,1996:56) secara tegas menyatakan history
of science no less and no more. Sejarah adalah ilmu yang tidak kurang dan
tidak lebih. Pernyataan ini mungkin tidak bermaksud untuk memberikan penjelasan
batasan tentang suatu konsep, melainkan hanya memberikan tingkat pengkatagorian
sesuatu ilmu atau bukan. Kedudukan sejarah dalam ilmu pengetahuan digolongkan
kedalam beberapa kelompok.
Ø Ilmu sosial, menjelaskan perilaku sosial karena focus
kajiannya menyangkut proses-proses (pengaruh timbal balik anatar kehidupan
aspek sosial yang berkaitan satu sama lainya) beserta perubahan-perubahan sosial.
Ø Seni atau art,
sejarah digolongkan dalam sastra sejarah memelihara dan merekam warisan budaya
serta menafsirkan makna perkembangan umat manusia. Sejarah memerlukan
sentuhan-sentuhan estetika atau keindahan.
Ø Sejarah sebagai cerita, pada hakikatnya sejarah
merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap sejarah sebagai peristiwa
berdasarkan fakta-fakta sejarah yang dimilikinya. Sejarah dapat disimpulkan
sebagai hasil rekonstruksi intelektual dan imajinatif sejarawan tentang apa yang
telah dipikirkan, dirasakan, atau telah diperbuat oleh manusia, baik sebagai
indivudu maupun kelompok berdasarakan atas rekaman-rekaman lisan, tertulis,
atau peninggalan sebagai pertanda kehadiranya disuatu tempat tertentu.
B. Metode dan ilmu bantu
sejarah
Ismaun (1993:125-131) mengemukakan bahwa dalam metode
sejarah meliputi (1) heuristic ( pengumpulan sumber-sumber ); (2) Kritik atau
analisis sumber ( external dan internal ); (3) Interpretasi; (4) Historiografi
( penulisan sejarah). Disini jelas bahwa untuk melakukan penelitian dan
penulisan sejarah dituntut ketrampilan-ketrampilan kusus tertentu.
Namun, seorang sejarawan ideal, baik itu sejarawan
professional maupun sebagai sejarawan pendidik perlu memiliki latar belakang
beberapa kemampuan yang dipersyaratkan. Syamsyudin ( 1996:68-69) merinci
ada 7 kriteria yang dipersyaratkan sebagai sejarawan, sebagai berikut.
1.
Kemampuan praktis
dalam mengaktualisasi dan mengekspresikan pengetahuannya secara menarik, baik
scara lisan maupun tertulis.
2.
Kecakapan membaca
atau berbicara dalam satu atau dua bahasa asing
3.
Menguasai satu atau
lebih disiplin, terutama ilmu-ilmu social, seperti antropologi, sosiologi, ilmu
politik, ilmu ekonomi, atau ilmu-ilmu kemanusiaan, bahkan kalau mungkin relevan
juga yang berhubungan dengan ilmu-ilmu alam.
4.
Kelembapan dalam
penggunaan pemahaman psikologi, kemampuan imajinasi dan empati
5.
Kemampuan yang
membedakan antara profesi sejarah dan sekedar hobi antikuarin atau pengumpulan
benda-benda antic
6.
Pendidikan yang luas
selama hidup sejak dari lahir
7.
Dedikasi pada profesi
dan integritas pribadi, baik sebagai sejarawan peneliti maupun sebagai
sejarawan pendidik.
Sedangkan ilmu bantu dalam penelitian, sejarah terdiri
atas hal hal berikut :
a. Paleontology
b. Arkeologi
c. Paleoantropologi
d. Paleografi
e. Epigravi
f. Ikonogravi
g. Numismatic
h. Ilmu keramik
i.
Genealogi
j.
Filologi
k. Bahasa
l.
Statistic
m. Etnogravi
C. Tujuan Dan Kegunaan
Sejarah
Mengenai fungsi dan kegunaan sejarah, sejak zaman
klasik para penulis sudah banyak memberikan penegasan bahwa sejarah selalu
memiliki use value bagi kehidupan manusia. Noto Susanto (1979
: 4-10) mengidentifikasi 4 jenis kegunaan sejarah yakni fungsi edukatif, fungsi
inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi rekreasi.
Ø
Fungsi Edukatif
artinya bahwa sejarah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun kearif
arifan.
Ø
Fungsi Inspiratif
artinya dengan mempelajari sejarah dapat memberikan inspirasi atau ilham.
Ø
Fungsi Instruktif
artinya bahwa dengan belajar sejarah dapat berperan dalam prosese pembelajaran
pada salah satu kejujuran atau ketrampilan tertentu.
Ø
Fungsi Rekreasi
artinya dengan belajar sejarah dapat memberikan rasa kesenangan maupun
keindahan.
Ø
Sejarah berfungsi
sangat penting dalam pembinaan identitas kolektif bangsa dan dapat dijadikan
wahana pertama untuk mensosialisasikan kegenerasi muda. Dengan kesadaran
sejarah, manusia berusaha menghargai kerumitan upaya pengungkapan terhadap
kejadian kejadian yang melingkupi, menghargai keunikan masing masing keadaan,
bahwa dalam kecenderungan yang dikaji.
Jika manusia menyadari kemungkinan untuk andil membentuk
masa depannya, berarti ia menerima tanggung jawab tersebut sebagai bagian dari
penegasan kebebasannya. Dengan demikian, sejarah tidak lagi diterima sebagai
pemuas rasa ingin tahu manusia belaka, atau sumber kekaguman narsistiknya,
melainkan menjadi sesuatu yang amat penting bagi orientasi partisipasi yang
bermakna untuk kehidupan manusia.
D. Ditinjau
dari asal kata dan menurut para ahli
Menurut Jan Romein,
kata “sejarah” memiliki arti yang sama dengan kata “history” (Inggris),
“geschichte” (Jerman) dan “geschiedenis” (Belanda), semuanya
mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang
terjadi pada masa lampau.
Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan.
Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan.
“Mengemukakan bahwa, Sejak sejarah tidak memiliki nilai ilmiah sebagaimana
mestinya, dengan tujuan yang hanya mendidik. Dan jika sejarahwan lalai untuk
mendidik masyarakat, jika mereka gagal bunga itu cerdas di masa lalu, maka semua
mereka belajar sejarah adalah harga kecuali di sepanjang educates itu sendiri
”. M. G. Trevelyan.
“Kesetiaan kepada kebenaran sejarah melibatkan jauh lebih dari satu
penelitian, namun sabar dan teliti, menjadi fakta-fakta khusus. Semacam rinci
mungkin fakta yang paling kerapian menit, namun yang naratif, diambil secara
keseluruhan, mungkin unmeaning atau tidak benar, yang harus berusaha
untuk mengilhami dirinya dengan jiwa dan semangat waktu. Dia harus belajar
dalam acara mereka Bearings dekat dan jauh; dalam karakter, kebiasaan, dan
kebiasaan orang-orang yang ikut ambil bagian dalam mereka. Dia harus menjadi
dirinya sendiri, karena itu, seorang pengikut atau penonton dari tindakan dia
menjelaskan. ” Francis Parkman
"Kajian
sejarah adalah obat terbaik untuk sakit pikiran, sebab dalam sejarah Anda
mempunyai catatan yang tak terbatas dari berbagai pengalaman manusia jelas
ditetapkan untuk semua untuk melihat dan merekam dalam bahwa Anda dapat
menemukan sendiri dan kedua negara contoh dan peringatan; denda sesuatu untuk
mengambil sebagai model, hal-hal dasar dan melalui melalui busuk, untuk
menghindari. ” Oleh : Livy
“Sejarah adalah
untuk diri manusia pengetahuan. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui,
pertama, apa itu menjadi orang; kedua, mengetahui apa yang akan jenis-jenis
orang Anda, dan ketiga, mengetahui apa itu untuk menjadi orang Anda dan orang
lain yang nobody. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui apa yang
dapat Anda lakukan, dan sejak tak dapat mengetahui apa yang mereka lakukan
sampai mereka mencoba, satu-satunya petunjuk untuk manusia dapat melakukan apa
yang telah dilakukan manusia. Nilai sejarah, maka adalah mengajarkan kepada
kita bahwa apa yang telah dilakukan manusia sehingga apa yang manusia itu.
” R. G. Collingwood
Roeslan Abdulgani, mengemukakan bahwa sejarah ialah ilmu yang meneliti dan
menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta
kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk
menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan
perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta
arah progres masa depan.
Ilmu sejarah ibarat
penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa
sekarang, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam
penyelidikan masa silam tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan
masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita
melepaskan diri dari perspektif masa depan.
Moh. Yamin, SH, memberikan pengertian
sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan
beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
Thomas Carlyle, memberikan pengertian sejarah adalah peristiwa masa lampau yang
mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada
zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai
peletak dasar sejarah.
Herodotus, ahli sejarah pertama dunia
berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak
Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan
yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya
diakibatkan oleh keadaan manusia.
W.H. Walsh, Sejarah itu
menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia.
Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di
masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
Patrick Gardiner, Sejarah adalah
ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
J.V
Brice, Sejarah adalah
catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan dan
diperbuat oleh manusia.
Dari beragam pengertian
yang dikemukakan oleh beberapa tokoh di atas tidaklah sama dalam hal isi, taraf
dan tujuannya. Namun, dapat diambil beberapa unsur pokoknya, yakni adanya
peristiwa, kisah, dan ilmu sejarah. Dalam hal ini, R. Moh. Ali
menyimpulkan pengertian sejarah sebagai berikut :
1. Sejarah yaitu ilmu
yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadiankejadian di masa lampau.
2.
Sejarah yaitu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang
berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan
manusia.
3.
Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis (teratur dan
rapi).
Moh. Ali dalam
bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah
sebagai berikut:
1. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
2. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian,
atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
3. Ilmu yang bertugas menyelidiki
perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar
kita.
Dari beberapa uraian di
atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan
yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa
lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah
merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.
a.
Peristiwa yang abadi: Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap
dikenang sepanjang masa.
b.
Peristiwa yang unik: Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan
tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
c.
Peristiwa yang penting: Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam
menentukan kehidupan orang banyak.
4.
Rumusan batasan pengertian sejarah
Ada banyak rumusan pendapat yang
diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai
pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran
tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia,
disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan
analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.
E. Pengertian Teory Dan Konsep Sejarah.
Teori adalah suatu konsep berfikir tentang suatu
bidang-bidang kehidupan yang tersusun berdasarkan fakta yang saling berkaitan
dan saling mendukung, sehingga membentuk pemikiran yang dapat teruji
kebenarannya. Sedangkan konsep juga bisa diartikan sebagai pemikiran atau
rencana dasar yang dijadikan acuan dalam menentukan sesuatu. Jadi antara Teory
dan konsep merupakan dua hal yang sailing berkaitan, dimana konsep merupakan
penyusun sehingga terbentuklah teori tersebut maka, Secara umum bisa kiita
simpulkan bahwa, teori adalah sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan
adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami
sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu
kerangka kerja konsep untuk mengatur pengetahuan dan menyediakan suatu cetak
biru untuk melakukan beberapa tindakan selanjutnya.
Moh. Nazir,Ph.D (1938:9)
mengemukakan bahwa ilmu tidak lain dari suatu pengetahuan, baik natura ataupun sosial,
yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut kaidah umum.
Sedangkan Ahmad Tafsir (1992:15) memberikan batasan ilmu
sebagai pengetahuan logis dan mempunyai bukti empiris. Sementara
itu, Sikun Pribadi (1972:1-2) merumuskan pengertian
ilmu secara lebih rinci (ia menyebutnya ilmu pengetahuan), bahwa : “Obyek ilmu
pengetahuan ialah dunia fenomenal, dan metode pendekatannya berdasarkan
pengalaman (empiris) dengan menggunakan berbagai cara seperti observasi, eksperimen,
survey, studi kasus, dan sebagainya.
Sejarah secara etimologinya berasal dari bahasa arab
yaitu syajarah (pohon kehidupan, keturunan dan asla usul,),
dan dalam bahasa inggrisnya history yang artinya sejarah
(sesuatu yang teah berlalu, suatu peristiwa/ kejadian, semua pengetahuan
tentang masa lalu), jadi secara etimologi bisa kita simpulkan bahwa sejarah
merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan, asal usul dari masa
lalu.
Secara terminology ada beberapa pengertian sejarah
yakni sbb :
1. E. Bernheim mengatakan
bahwa “sejarah ialah suatu sains mengenai perkembangan kemanusiaan”.
2. R.G. Collingwood mengatakan
bahwa reset sejarah ialah segala tindakan manusia pada masa lalu.
3. Ruslan
Abdulgani sejarah ialah salah satu cabang ilmu yang meneliti dan
menyelidiki secara siistematis keseluruhan perkembangan masyarakat, serta
perkembangan kemanusiaan dimasa lampau, beserta segala kejadian-kejadianya
dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitian dan
penyelidikan tersebut untuk dijadikan pedoman masa sekarang dan proses yang
akan datang.
Dari beberapa pengertian sejarah diatas merajuk pada
satu esensi yakni masa lalu, oleh karena itu bisa kita tarik garis merah
mengenai pengertian sejarah secara umum adalah segalah bentuk pengetahuan hasil
penyelidikan dari masa lalu yang akan menjadi acuan dan pedoman untuk masa
sekarang dan proses untuk kemajuan masa akan datang.
Jadi teori dan konsep ilmu sejarah ialah konsep-konsep
atau pemikiran-pemikirang tentang segala bentuk pengetahuan yang tersusun
secara sistematis dan terbukti kebenaranya berdasarkan pengalaman empirik dari
masa lalu yang akan kamudian menjadi acuan untuk masa sekarang dan proses yang
akan datang.
F. Konsep Dasar Ilmu Sejarah.
Beberapa konsep yang di kembangkan dalam ilmu sejarah,
seperti Perubahan, Peristiwa, Sebab Akibat, Nasionalisme, Kemerdekaan,
Kolonialisme, Revolusi, Fasisme, Komunisme, Peradaban, Perbudakan,
Waktu, Feminism, Liberalism, dan Konservatisme.
1. Konsep Perubahan merupakan
istilah yang mengacu pada satu hal yang sifatnya tampil berbeda dari masa
sebelumnya ke masa yang sesudahnya.
2. Konsep peristiwa yang memiliki
arti sebagai suatu kejadian yang menarik maupun lluar biasa karena memiliki
keunikan. Dalam penelitian sejarah, peristiwa lalu menjadi objek kajian
mengingat salah satu karakteristik sejarah yakni mencari
keunikan-keunikan yang terjadi pada peristiwa tertentu dengan penekanan pada
tradisi-tradisi relativisme.
3. Sebab akibat. Istilah
sebab akibat mengacu pada adanya relasi dan singkronisasi dan kausalitas antara
kejadian yang sebelumnya dan kejadian yang sesudahnya.
4. Nasionalisme. Konsep
nasionalisme yang berarti kebangsaan dimana merupakan salah satu titik konsep
sejarah dimana di dalamnya ada manusia dan bangsanya dan menjadi perhatian
besar dalam kehidupan negara.
5. Kemerdekaan dan kebebasan. Konsep
kemerdekaan dan kebebasan merupakan nilai dasar yang menjadi naluri setiap
manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
6. Koloniaisme. Konsep
kolonialisme mengacu pada naluri penguasaan antara manusia yang satu
dengan manusia yang lainya, bangsa yang satu dengan bangsa lainya, Negara yang
satu denggan Negara lainya.
7. Revolusi. Konsep
revolusi meunjuk pada satu pengertian tentang peruahan social, politik, maupun
ekonomi secara capat dan radikan.
8. Peradaban. Konsep yang merajuk pada
suatu entitas cultural seluruh pandangan hidup manusia yang mencakup nilai,
norma, institusi, dan pola pikir masyarakat yang terwariskan dari generasi ke
generasi.
9. Waktu. Waktu merupakan konsep
esensial dari sejarah karna titik kajian sejarah merupakan periistiwa dan
perubahan dari waktu ke waktu.
Teori merupakan unsur esensial dari semua disiplin
ilmu pengetahuan dimana dalam mengkaji sebuah fenomena empirik karena
berlakunya teori akan menjadi hokum absolut terhadap fenomena yang diteliti
oleh disiplin ilmu tersebut.
Dalam ilmu sejarah persoalan teori di perdebatkan
sangat sengit dari berbagai aliran, terutama dari aliran emppirisme dan
idealism, khusunya mengenai penerapan hukum umum (generallaw), dan teori
generalisasi (generalizing theory ). Adanya kontrofersi dari dua aliran ini
berimplikasi pada sedikitnya teori-teori sejarah yang dihasilkan.
1. Teori Gerak
Siklus Sejarah ( Ibnu Khaldun 1332-1406 )
Ibnu khaldun lahir di tunisiah 1332 M, beliau
merupakann filsuf islam dan sekaligus penggagas pertama teory gerak siklus
sejarah dalam bukunya al muqaddima ibn khadun dengan pokok-pokok pikiran
sebagai berikut :
a. Kebudayaan adalah
masyarakat yang memiliki landasan diatas hubungan antara manusia dengan tanah
di satu sisi serta hubungan manusia dengan manusia dengan manusia lainaya di
sisi yang lain yang menimbulkan upaya mereka untuk memecahkan
kesulitan-kesulitan lingkungan serta mendapatkan kesenangan dan kecukupan
dengan membangun industry, menyusun hukum dan menertibkan transaksi.
b. Kebudayaan
tersebut berkembang di semua bangsa melalui empat fase yakni;
1. Fase Primitif dimana manusia pada
mulanya masih berkehidupan sederhana dan nomaden kemdian berkembang membentuk
kelompok social yang terdiri dari beberapa kelompok social pada proses ini
timbul keinginan dari kelompok yang satu ke kelompok yang lainya untuk
menguasaiya dan proses penguasaan ini sangat di tentukann oleh kekuatan utuk
bertahan dan menghancurkan.
2. Fase Urbanisasi. pada fase
ini menusia setelah mampu menguasai kelompok lain maka di mulailah proses
pembangunan dan perkemabngan kebudayaanpun semakin meju dan terjadi pembangunan
yang terus menerus dan berkelanjutan khususnya di kota-kota.
3. Fase Kemewahan. pada fase
ini merupakan puncak dari pembangunan tadi dengan beberapa indikator, seperti
ketangguhan mempertahankan diri, memperoleh kemewhan dan kekayaan, keinginan
untuk hidup bebas, serta mengejar nafsu kepuasan dan kesenangan.
4. Fase Kemunduran Dan Kehancuran.
Pada fase kelalaian pada urusan kerajaan dan Negara serta kemasyarakatanya
mempengaruhi proses kemunduran dan menandai adanya ketidak mampuan
mempertahankan diri dari serangan kelompok dan Negara lain.
2. Teori Daur
Cultural Spiral Giambastita Vico (1668-1744)
Menurut teorinya Giambastita Vico membagi sejarah
kedalam tiga periode yakni sebaga berikut :
a. Periode
para dewa.
Pada periode ini manusia manusia percaya bahwa manusia
di kendalikan oleh kekuatan yang berada di uar dirinya, yakni tuhan. Pada
periode ini manusia cenderung berpikir abstrak dan irrasional dimana mitos
dijadikan pandangan hidup untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Pada
periode ini manusia da individu-individu yang di anggap bisa berkomunikasi
dengan tuhan, mereka inilah yang di aklamsikan menjadi penguasa dalam kehidupan
masyakat tersebut.
b. Periode
kepahawanan.
Pada periode ini individu yang dianggap istimewah tadi
kehilangan kekuasaanya dikarenakan obsolutnya penguasaan mereka dan sering
menimbulkan ketidak adilan, hal ini kemudian menjadi dasar perubahan pola pikir
masyarakat dari yang abstrak ke sesuatu yang material dimana masyarakat mulai
menuntut adanya system politik yang bersifat manusiawi bukanlah dewa.
c. Periode
manusia.
Pada periode ini seiring dengan perkembangan pemikiran
manusia yang material tadi maka kemudian berkembanglah pengetahuan untuk
menciptakan lingkungan persemakmuran dan struktur organisasi yang jelas dalam
bentuk Negara dan kerajaan.
1. Auguste Comte (1798-1857)
Auguste Comte dilahirkan di prancis pada
tahun 1789 M, pemikiran auguste comte tentang sejarah ialah menempatkan sejarah
sebuah hukum untuk memahami hukum-hukum dinamika sosial dimana sejarah akan
mampu menjelaskan proses perkembangan masyarakat dari waktu ke
waktu. Aguste comte merumuskan hukum-hukum perkembangan sejarah manusia menjadi
stadia yakni :
a. Theologi.
Menurut comte manusia merupakan mahluk yang memiliki
naluri ketuhanan dimana pada proses perkembanganya manusia meyakini adanya
sebuah kekuatan supranatural yang di tempatkan pada semua aspek kehidupan di
dunia dan merupakan asal dan tujuan dari kehidupanya, dimana masyarakat
primitive mempercayai bahwa benda-benda yang ada masing-masing mmemiliki
kekuatan supranatural (fetisisme), pada proses selanjutnya pemahaman
supranatural mereka berkembang dengan mempercayai bahwa semua hukum-hukum alam
seperti matahari, air, api, dll itu masing-masing ada yang mengaturnya (politeisme),
titik terakhir kepercayaan manusia yakni dengan mengakui tuhan yang satu yakni
(monoteisme).
b. Metafisik.
Pada tahap ini merupakan peraliihan pemahaman manusia
dari bentuk yang supranatural ke dalam bentuk hukum-hukum alam yang abstrak dan
benar-benar melekat pada semua benda-benda dan menghasilkan semua gejala. Akal
budi merupakan fakultas utama untuk menjeaskan dan fenomena-fenomena abstrak
dari hukum-hukum alam tersebut.
c. Positifistik.
Proses pencarian asal usul kehidupan yang dimulai
dengan kepercayaan yang supranatural dan berkembang ke yang abstrak tadi, maka
kemudian pada tahap ini proses pencarian kebenaran mengenai asal usul dan
tujuan manusia yang di tempatkan pada yang absolut tadi berubah dan manusia
mulai menempatkan sebuah kebenaran yang absolute dan hukum-hukum yang tetap
tadi pada data empirik dan rasionalitas manusia.
2. Karl Marx.
Karl Marx merupakan seorang filsuf terkenal
dengan dialektika materialismenya beliau lahir di jerman pada tahun 1818 M.
menurut marx perkembangan masyakat dan sosial akan sangat bergantung pada pola
perekonomianya maka kemudian lahirlah teori kapitalisme, sosialisme dan
komunisme.
Perkembangan masyarakat dalam pandangan marx dapat
dibagi ke dalam lima tahap yakni primitive, kuno, feodal, kapitalis dan
komunis.
a. Masyarakat
primitive dalam pandangan marx pola perekonomianya bersifat komunal
dan berdasarkan atas kepemilikan bersama, dalam memenuhi kebutuhan
perekonomianya pekerjaan kolektif dalam berburu dan mengumpulkan makanan di
llakukan secara bersama.
b. Masyarakat
kuno. Menurut marx pola perkembangan masyarakat primitive tersebut kemudian
berkembang yang namanya proses produksi dan perdangan, seiring berkembangya
produksi maka sedikit demi sedikit dibutuhkan pekerja yang kemudian terbentuk
system perbudakan.
c. Masyarakat
feodal. Menurut karl marx masyakat feodal ini lebih dulu lahir di desa,
seiring dengan produksi pertanian maka kemudian terciptalah tuan- tuan tanah
dan proses perkembangan perbudakan semakin berkembang.
d. Masyarakat
kapitalis. Perkembangan masyakat yang di pengeruhi oleh dinamika
perekonomian tadi, kemudian memberikan memberikan ruang yang besar bagi
kaum-kaum saudagar untuk memproduksi barang sebanyak mungkin dan menyediakan
tempat kerja bagi kaum-kaum budak dan buruh tadi, maka kemudian lahirlah kelas
– kelas sosial yakni kelas borjuis dan kelas buruh, pada tahap ini mulai
timbulah kesenjangan sosial akibat adanya kelas sosial tadi, dimana terjadinya
penguasaan yang besar dalam tatanan perekonomian masyarakat.
e. Masyarakat
komunis. Masyarakat komunis ini lahir seiring dengan berkembangnya kaum
kapitalis tadi, dimana kesenjangan sosial akibat dominasi kaum bojuis dan kelas
– kelas sosialnya, maka kemudian lahirnya komunisme ini untuk meawan kapitalis
dan menghapus kelas- kelas sosial yang di ciptakan tadi.
3. Oswald Spengler.
Menurut Oswald Spengler sejarah merupakan
serangkaian peristiwa dari kebudayaan yang transformasinya tak berkesudahan,
dimana menurutnya dari semua kebudayaan yang ada pasti mengalami berbagai fase
seperti hanya manusia, tumbuhan, waktu, bahkan musim pasti akan melalui empat
fase tersebut.
Kebudayaan. Menurut Oswald Spengler empat fase yang
akan di lalui oleh kebudayaan itu sendiri ialah pertumbuhan yang
merupakan proses awal lahirnya kebudayaan tersebut,perkembangan, kejayaan
dan kemuduran, proses seperti ini kemudian juga akan dialami oleh manusia
seperti masa muda, masa tua, masa puncak, sampai masa tua.
4. Arnold joseph Toynbee (1889 – 1975 )
Menurut Arnold Joseph Toynbee sejarah dan
hukum-hukumnya pasti akan melewati 4 proses yakni lahir, tumbuh, mandek
dan hancur. Dimana proses tersebut sangat di pengaruhi oelh proses
interaksi antara manusia dengan alam dan lingkungannya.
BAB III
PENUTUP
Sejarah adalah
kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan
peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan itu disebut
sumber sejarah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. Dalam
bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun
(syajaroh), artinya pohon dan
keturunan. pengertian sejarah kita dapat definisikan sebagai berikut, sejarah
adalah ilmu yang khusus mempelajari kejadian masa yang telah terjadi yang dilakukan
oleh aktifitas manusia sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau kejadian yang
sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ali,
Muhamad, Pengantar Ilmu Sejarah,Pelangi Aksara, 2005.
Burke,
Peter, Sejarah dan Teori Sosial, a.b. Mestika Zad dan Zulfani,
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Gottschalk,
Louis, Mengerti Sejarah, a.bb. Nugroho Notosusanto, UI-Press,
Jakarta, 1985
Schlegel,
A.. Grounded Research dalam Ilmu-Ilmu Sosial,IAIN Sunan Kalijaga,
Yoyakarta, 1983
Tamburak,
E., Rustam, Pengantar Ilmu Sejarah Teori Filsafat Sejarah Sejarah
Filsafat dan Iptek, Rineka Cipta, Jakarta, 1999.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar