Selasa, 11 Maret 2014

TEORI DAN KONSEP SEJARAH



(MAKALAH)


MATA KULIAH: SEJARAH DAN MASALAH NASIONALISME GLOBALISME


DOSEN:         1.   Prof. DR. H. SUDJARWO, M.S

2.      Dr. Hi. DARSONO,M.Pd


unila2.jpg


OLEH :
GUSNETTY JAYASINGA/ 1323031012


PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014


KATA PENGANTAR


      Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayahNya maka tugas ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan Sejarah dan Masalah Nasionalisme Globalisme pada Program Studi Magister Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

      Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam penyajian dan referensi yang dapat penyusun pergunakan dan menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kelemahan dan kekurangan sehingga diharapkan kritik dan saran dari Bapak Prof.Dr. H. Sudjarwo, M.S dan Dr.Hi.Darsono, M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Ekonomi, Masalah Bisnis dan Kewirausahaan demi perbaikan dan kesempurnaan pemahaman yang penyusun dapatkan dalam pembuatan tugas-tugas lainnya.Demikian tugas ini disusun semoga bermanfaat bagi semua pihak.


Metro, Februari 2014



Penulis








DAFTAR ISI
                                                                                                                       


Halaman
HALAMAN JUDUL

..................................................................
1
KATA PENGANTAR

...................................................................
2
DAFTAR ISI

..................................................................
3
BAB I.
PENDAHULUAN  ..................................
1.1.Latarbelakang ....................................
4
4

1.2.Rumusan Masalah ..............................
4

1.3.Tujuan Penulisan ...............................
5



BAB II.
PEMBAHASAN .....................................
6

A.    Pengertian Sejarah .............................
B.     Metode dan ilmu bantu sejarah ..........
C.     Tujuan dan kegunaan sejarah .............
D.    Ditinjau dari asal kata dan menurut  para ahli .............................................
E.     Pengertian Teory dan konsep sejarah..
F.      Konsep dasar ilmu sejarah .................
G.    Teori-teori sejarah .............................
6
7
8

9
13
15
16
BAB III.
PENUTUP ...............................................
23
DAFTAR PUSTAKA
..................................................................
24



BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang Masalah

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri yang seperti halnya kategori ilmu pengetahuan yakni bersifat Empirik  dimana berdasarkan pengetahuan-pengetahuan dan pengalaman manusia baik dari jaman prasejarah, proto sejarah sampai ke jaman sejarah. Disamping itu sejarah juga memiliki Objek Kajian yakni manusia pada perkembangannya dari waktu ke waktu dan ruang-ruang kehidupan manusia itu sendiri. Sejarah juga memiliki Metode yakni metode sejarah dimana dalam menyusun pengetahuan-pengetahuan dan kebenaran-kebenaran dari suatu peristiwa, dalam melakukan penelitian sejarah memiliki beberapa metode yakni, heuristik tahap mengumpulkan sumber, kritik sumber untuk menguji keabsahan dan kebenaran dari sumber yang di kumpulkan, interpretasi menyusun sumber berdasarkan subyek kajiannya, dan yang terkhir historiografi yakni menulis sejarah itu sendiri.
Sebagai sebuah disiplin ilmu pengetahuan lahir kritikan dari kaum post modernism dimana menurutnya bahwa sebuah disiplin ilmu mestilah memiliki obyek, teory, dan kebenaran eksplansinya dimana pada objek kajian sejarah yakni tingkah laku masa lalu yang terus berubah dan tidak memiliki hukum tetap sehingga kebenaran pasti dari masa lalu tidak akan bisa di buktikan secara pasti, dan kalaupun bisa dibuktikan maka kemudian tentu kejadian dari masa lalu tersebut akan jauh dari kebenaran aslinya.

B. Rumusan Masalah.
1.      Apa pengertian teori, konsep, ilmu dan sejarah itu sendiri?
2.      Apa saja konsep-konsep sejarah?
3.      Apa saja teori-teori sejarah?


C.     Tujuan Pembuatan Makalah.
1.      Memahami pengertian teori, konsep, ilmu dan sejarah.
2.      Memahami konsep-konsep sejarah.
3.      Memahami teori-teori sejarah.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian sejarah
Pada umumnya, para ahli sepakat untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah atas 3 hal, yakni sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai cerita (ismaun,1993::277)
1.      Sejarah sebagai peristiwa
Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia dimasa lampau. pengertian masyarakat manusia dan masa lampau adalah sesuatu yang penting dalam definisi sejarah. Sebab kejadian yang tidak memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat manusia bukanlah merupakan suatu peristiwa sejarah. Para ahli sejarah menggolongkan lagi sejarah atas beberapa tema, pembagian sejarah yang demikian itulah disebut pembagian sejarah scara sistematis seperti : sejarah sosial, sejarah politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, sejarah intelektual, dsb. Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sejarah sebagai kenyataan dan sejarah serba objektif (ismaun,1993:279). Artinya peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan, seperti berupa saksi mata yang dijadikan sumber sejarah, peninggalan-peninggalan, dan catatan-catatan.
2.      Sejarah sebagai ilmu
Dalam pengertiannya kita mengenal definisi sejarah yang bermacam-macam, baik yang menyangkut persoalan kedudukan sejarah bagian ilmu sosial, sejarah bagian dari ilmu humaniora, maupun yang berkembang disekitar makna dan hakikat yang terkandung dalam sejarah. Bury ( teggar ,1996:56) secara tegas menyatakan history of science no less and no more. Sejarah adalah ilmu yang tidak kurang dan tidak lebih. Pernyataan ini mungkin tidak bermaksud untuk memberikan penjelasan batasan tentang suatu konsep, melainkan hanya memberikan tingkat pengkatagorian sesuatu ilmu atau bukan. Kedudukan sejarah dalam ilmu pengetahuan digolongkan kedalam beberapa kelompok.
Ø  Ilmu sosial, menjelaskan perilaku sosial karena focus kajiannya menyangkut proses-proses (pengaruh timbal balik anatar kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu sama lainya) beserta perubahan-perubahan sosial.
Ø  Seni atau art, sejarah digolongkan dalam sastra sejarah memelihara dan merekam warisan budaya serta menafsirkan makna perkembangan umat manusia. Sejarah memerlukan sentuhan-sentuhan estetika atau keindahan.
Ø  Sejarah sebagai cerita, pada hakikatnya sejarah merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap sejarah sebagai peristiwa berdasarkan fakta-fakta sejarah yang dimilikinya. Sejarah dapat disimpulkan sebagai hasil rekonstruksi intelektual dan imajinatif sejarawan tentang apa yang telah dipikirkan, dirasakan, atau telah diperbuat oleh manusia, baik sebagai indivudu maupun kelompok berdasarakan atas rekaman-rekaman lisan, tertulis, atau peninggalan sebagai pertanda kehadiranya disuatu tempat tertentu.

B.     Metode dan ilmu bantu sejarah
Ismaun (1993:125-131) mengemukakan bahwa dalam metode sejarah meliputi (1) heuristic ( pengumpulan sumber-sumber ); (2) Kritik atau analisis sumber ( external dan internal ); (3) Interpretasi; (4) Historiografi ( penulisan sejarah). Disini jelas bahwa untuk melakukan penelitian dan penulisan sejarah dituntut ketrampilan-ketrampilan kusus tertentu.
Namun, seorang sejarawan ideal, baik itu sejarawan professional maupun sebagai sejarawan pendidik perlu memiliki latar belakang beberapa kemampuan yang dipersyaratkan.  Syamsyudin ( 1996:68-69) merinci ada 7 kriteria yang dipersyaratkan sebagai sejarawan, sebagai berikut.
1.      Kemampuan praktis dalam mengaktualisasi dan mengekspresikan pengetahuannya secara menarik, baik scara lisan maupun tertulis.
2.      Kecakapan membaca atau berbicara dalam satu atau dua bahasa asing
3.      Menguasai satu atau lebih disiplin, terutama ilmu-ilmu social, seperti antropologi, sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi, atau ilmu-ilmu kemanusiaan, bahkan kalau mungkin relevan juga yang berhubungan dengan ilmu-ilmu alam.
4.      Kelembapan dalam penggunaan pemahaman psikologi, kemampuan imajinasi dan empati
5.      Kemampuan yang membedakan antara profesi sejarah dan sekedar hobi antikuarin atau pengumpulan benda-benda antic
6.      Pendidikan yang luas selama hidup sejak dari lahir
7.      Dedikasi pada profesi dan integritas pribadi, baik sebagai sejarawan peneliti maupun sebagai sejarawan pendidik.

Sedangkan ilmu bantu dalam penelitian, sejarah terdiri atas hal hal berikut :
a.       Paleontology
b.      Arkeologi
c.       Paleoantropologi
d.      Paleografi
e.       Epigravi
f.       Ikonogravi
g.      Numismatic
h.      Ilmu keramik
i.        Genealogi
j.        Filologi
k.      Bahasa
l.        Statistic
m.    Etnogravi

C.    Tujuan Dan Kegunaan Sejarah
Mengenai fungsi dan kegunaan sejarah, sejak zaman klasik para penulis sudah banyak memberikan penegasan bahwa sejarah selalu memiliki use value bagi kehidupan manusia. Noto Susanto (1979 : 4-10) mengidentifikasi 4 jenis kegunaan sejarah yakni fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi rekreasi.
Ø  Fungsi Edukatif artinya bahwa sejarah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun kearif arifan.
Ø  Fungsi Inspiratif artinya dengan mempelajari sejarah dapat memberikan inspirasi atau ilham.
Ø  Fungsi Instruktif artinya bahwa dengan belajar sejarah dapat berperan dalam prosese pembelajaran pada salah satu kejujuran atau ketrampilan tertentu.
Ø  Fungsi Rekreasi artinya dengan belajar sejarah dapat memberikan rasa kesenangan maupun keindahan.
Ø  Sejarah berfungsi sangat penting dalam pembinaan identitas kolektif bangsa dan dapat dijadikan wahana pertama untuk mensosialisasikan kegenerasi muda. Dengan kesadaran sejarah, manusia berusaha menghargai kerumitan upaya pengungkapan terhadap kejadian kejadian yang melingkupi, menghargai keunikan masing masing keadaan, bahwa dalam kecenderungan yang dikaji.
Jika manusia menyadari kemungkinan untuk andil membentuk masa depannya, berarti ia menerima tanggung jawab tersebut sebagai bagian dari penegasan kebebasannya. Dengan demikian, sejarah tidak lagi diterima sebagai pemuas rasa ingin tahu manusia belaka, atau sumber kekaguman narsistiknya, melainkan menjadi sesuatu yang amat penting bagi orientasi partisipasi yang bermakna untuk kehidupan manusia.
D.    Ditinjau dari asal kata dan menurut para ahli
        Menurut Jan Romein, kata “sejarah” memiliki arti yang sama dengan kata “history” (Inggris), “geschichte” (Jerman) dan “geschiedenis” (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. 
    Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan. 
Menurut Para Ahli Sejarah:
     “Mengemukakan bahwa, Sejak sejarah tidak memiliki nilai ilmiah sebagaimana mestinya, dengan tujuan yang hanya mendidik. Dan jika sejarahwan lalai untuk mendidik masyarakat, jika mereka gagal bunga itu cerdas di masa lalu, maka semua mereka belajar sejarah adalah harga kecuali di sepanjang educates itu sendiri  ”. M. G. Trevelyan.
             “Kesetiaan kepada kebenaran sejarah melibatkan jauh lebih dari satu penelitian, namun sabar dan teliti, menjadi fakta-fakta khusus. Semacam rinci mungkin fakta yang paling kerapian menit, namun yang naratif, diambil secara keseluruhan, mungkin unmeaning atau tidak benar, yang harus berusaha untuk mengilhami dirinya dengan jiwa dan semangat waktu. Dia harus belajar dalam acara mereka Bearings dekat dan jauh; dalam karakter, kebiasaan, dan kebiasaan orang-orang yang ikut ambil bagian dalam mereka. Dia harus menjadi dirinya sendiri, karena itu, seorang pengikut atau penonton dari tindakan dia menjelaskan. ” Francis Parkman
        "Kajian sejarah adalah obat terbaik untuk sakit pikiran, sebab dalam sejarah Anda mempunyai catatan yang tak terbatas dari berbagai pengalaman manusia jelas ditetapkan untuk semua untuk melihat dan merekam dalam bahwa Anda dapat menemukan sendiri dan kedua negara contoh dan peringatan; denda sesuatu untuk mengambil sebagai model, hal-hal dasar dan melalui melalui busuk, untuk menghindari. ” Oleh : Livy
        “Sejarah adalah untuk diri manusia pengetahuan. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui, pertama, apa itu menjadi orang; kedua, mengetahui apa yang akan jenis-jenis orang Anda, dan ketiga, mengetahui apa itu untuk menjadi orang Anda dan orang lain yang nobody. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui apa yang dapat Anda lakukan, dan sejak tak dapat mengetahui apa yang mereka lakukan sampai mereka mencoba, satu-satunya petunjuk untuk manusia dapat melakukan apa yang telah dilakukan manusia. Nilai sejarah, maka adalah mengajarkan kepada kita bahwa apa yang telah dilakukan manusia sehingga apa yang manusia itu. ” R. G. Collingwood
         Roeslan Abdulgani, mengemukakan bahwa sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan.
Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam penyelidikan masa silam tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari perspektif masa depan.       
           Moh. Yamin, SH, memberikan pengertian sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.       
          Thomas Carlyle, memberikan pengertian  sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.      
      Herodotus, ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
     W.H. Walsh, Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
            Patrick Gardiner, Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
  J.V Brice, Sejarah adalah catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan dan diperbuat oleh manusia.
      Dari beragam pengertian yang dikemukakan oleh beberapa tokoh di atas tidaklah sama dalam hal isi, taraf dan tujuannya. Namun, dapat diambil beberapa unsur pokoknya, yakni adanya peristiwa, kisah, dan ilmu sejarah. Dalam hal ini, R. Moh. Ali menyimpulkan pengertian sejarah sebagai berikut :
1.      Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadiankejadian di masa lampau.
2.      Sejarah yaitu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia.
3.      Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis (teratur dan rapi).
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
1. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
2. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
      Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.
a.       Peristiwa yang abadi: Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
b.      Peristiwa yang unik: Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
c.       Peristiwa yang penting: Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
4.      Rumusan batasan pengertian sejarah
    Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami. 
E.     Pengertian Teory Dan Konsep Sejarah.
Teori adalah suatu konsep berfikir tentang suatu bidang-bidang kehidupan yang tersusun berdasarkan fakta yang saling berkaitan dan saling mendukung, sehingga membentuk pemikiran yang dapat teruji kebenarannya. Sedangkan konsep juga bisa diartikan sebagai pemikiran atau rencana dasar yang dijadikan acuan dalam menentukan sesuatu. Jadi antara Teory dan konsep merupakan dua hal yang sailing berkaitan, dimana konsep merupakan penyusun sehingga terbentuklah teori tersebut maka, Secara umum bisa kiita simpulkan bahwa, teori adalah sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja konsep untuk mengatur pengetahuan dan menyediakan suatu cetak biru untuk melakukan beberapa tindakan selanjutnya.
Moh. Nazir,Ph.D (1938:9) mengemukakan bahwa ilmu tidak lain dari suatu pengetahuan, baik natura ataupun sosial, yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut kaidah umum. Sedangkan Ahmad Tafsir (1992:15) memberikan batasan ilmu sebagai pengetahuan logis dan mempunyai bukti empiris. Sementara itu,  Sikun Pribadi (1972:1-2) merumuskan pengertian ilmu secara lebih rinci (ia menyebutnya ilmu pengetahuan), bahwa : “Obyek ilmu pengetahuan ialah dunia fenomenal, dan metode pendekatannya berdasarkan pengalaman (empiris) dengan menggunakan berbagai cara seperti observasi, eksperimen, survey, studi kasus, dan sebagainya.
Sejarah secara etimologinya berasal dari bahasa arab yaitu syajarah (pohon kehidupan, keturunan dan asla usul,), dan dalam bahasa inggrisnya history yang artinya sejarah (sesuatu yang teah berlalu, suatu peristiwa/ kejadian, semua pengetahuan tentang masa lalu), jadi secara etimologi bisa kita simpulkan bahwa sejarah merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan, asal usul dari masa lalu.
Secara terminology ada beberapa pengertian sejarah yakni sbb :
1.      E. Bernheim mengatakan bahwa “sejarah ialah suatu sains mengenai perkembangan kemanusiaan”.
2.      R.G. Collingwood mengatakan bahwa reset sejarah ialah segala tindakan manusia pada masa lalu.
3.      Ruslan Abdulgani sejarah ialah salah satu cabang ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara siistematis keseluruhan perkembangan masyarakat, serta perkembangan kemanusiaan dimasa lampau, beserta segala kejadian-kejadianya dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitian dan penyelidikan tersebut untuk dijadikan pedoman masa sekarang dan proses yang akan datang.
Dari beberapa pengertian sejarah diatas merajuk pada satu esensi yakni masa lalu, oleh karena itu bisa kita tarik garis merah mengenai pengertian sejarah secara umum adalah segalah bentuk pengetahuan hasil penyelidikan dari masa lalu yang akan menjadi acuan dan pedoman untuk masa sekarang dan proses untuk kemajuan masa akan datang.
Jadi teori dan konsep ilmu sejarah ialah konsep-konsep atau pemikiran-pemikirang tentang segala bentuk pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan terbukti kebenaranya berdasarkan pengalaman empirik dari masa lalu yang akan kamudian menjadi acuan untuk masa sekarang dan proses yang akan datang.
F.     Konsep Dasar  Ilmu Sejarah.
Beberapa konsep yang di kembangkan dalam ilmu sejarah, seperti Perubahan, Peristiwa, Sebab Akibat, Nasionalisme, Kemerdekaan, Kolonialisme,  Revolusi, Fasisme, Komunisme, Peradaban, Perbudakan, Waktu, Feminism, Liberalism, dan Konservatisme.
1.      Konsep Perubahan merupakan istilah yang mengacu pada satu hal yang sifatnya tampil berbeda dari masa sebelumnya ke masa yang sesudahnya.
2.     Konsep peristiwa yang memiliki arti sebagai suatu kejadian yang menarik maupun lluar biasa karena memiliki keunikan. Dalam penelitian sejarah, peristiwa lalu menjadi objek kajian mengingat salah satu karakteristik sejarah yakni  mencari keunikan-keunikan yang terjadi pada peristiwa tertentu dengan penekanan pada tradisi-tradisi relativisme.
3.      Sebab akibatIstilah sebab akibat mengacu pada adanya relasi dan singkronisasi dan kausalitas antara kejadian yang sebelumnya dan kejadian yang sesudahnya.
4.      NasionalismeKonsep nasionalisme yang berarti kebangsaan dimana merupakan salah satu titik konsep sejarah dimana di dalamnya ada manusia dan bangsanya dan menjadi perhatian besar dalam kehidupan negara.
5.      Kemerdekaan dan kebebasanKonsep kemerdekaan dan kebebasan merupakan nilai dasar yang menjadi naluri setiap manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
6.      Koloniaisme. Konsep kolonialisme mengacu pada naluri penguasaan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainya, bangsa yang satu dengan bangsa lainya, Negara yang satu denggan Negara lainya.
7.      Revolusi. Konsep revolusi meunjuk pada satu pengertian tentang peruahan social, politik, maupun ekonomi secara capat dan radikan.
8.      Peradaban. Konsep yang merajuk pada suatu entitas cultural seluruh pandangan hidup manusia yang mencakup nilai, norma, institusi, dan pola pikir masyarakat yang terwariskan dari generasi ke generasi.
9.      Waktu. Waktu merupakan konsep esensial dari sejarah karna titik kajian sejarah merupakan periistiwa dan perubahan dari waktu ke waktu.
G.    Teori – Teori Sejarah.
Teori merupakan unsur esensial dari semua disiplin ilmu pengetahuan dimana dalam mengkaji sebuah fenomena empirik karena berlakunya teori akan menjadi hokum absolut terhadap fenomena yang diteliti oleh disiplin ilmu tersebut.
Dalam ilmu sejarah persoalan teori di perdebatkan sangat sengit dari berbagai aliran, terutama dari aliran emppirisme dan idealism, khusunya mengenai penerapan hukum umum (generallaw), dan teori generalisasi (generalizing theory ). Adanya kontrofersi dari dua aliran ini berimplikasi pada sedikitnya teori-teori sejarah yang dihasilkan.
1.      Teori Gerak Siklus Sejarah ( Ibnu Khaldun 1332-1406 )
Ibnu khaldun lahir di tunisiah 1332 M, beliau merupakann filsuf islam dan sekaligus penggagas pertama teory gerak siklus sejarah dalam bukunya al muqaddima ibn khadun dengan pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
a.       Kebudayaan adalah masyarakat yang memiliki landasan diatas hubungan antara manusia dengan tanah di satu sisi serta hubungan manusia dengan manusia dengan manusia lainaya di sisi yang lain yang menimbulkan upaya mereka untuk memecahkan kesulitan-kesulitan lingkungan serta mendapatkan kesenangan dan kecukupan dengan membangun industry, menyusun hukum dan menertibkan transaksi.
b.      Kebudayaan tersebut berkembang di semua bangsa melalui empat fase yakni;
1. Fase Primitif dimana manusia pada mulanya masih berkehidupan sederhana dan nomaden kemdian berkembang membentuk kelompok social yang terdiri dari beberapa kelompok social pada proses ini timbul keinginan dari kelompok yang satu ke kelompok yang lainya untuk menguasaiya dan proses penguasaan ini sangat di tentukann oleh kekuatan utuk bertahan dan menghancurkan.
2.   Fase Urbanisasi. pada fase ini menusia setelah mampu menguasai kelompok lain maka di mulailah proses pembangunan dan perkemabngan kebudayaanpun semakin meju dan terjadi pembangunan yang terus menerus dan berkelanjutan khususnya di kota-kota.
3.  Fase Kemewahan. pada fase ini merupakan puncak dari pembangunan tadi dengan beberapa indikator, seperti ketangguhan mempertahankan diri, memperoleh kemewhan dan kekayaan, keinginan untuk hidup bebas, serta mengejar nafsu kepuasan dan kesenangan.
4.  Fase Kemunduran Dan Kehancuran. Pada fase kelalaian pada urusan kerajaan dan Negara serta kemasyarakatanya mempengaruhi proses kemunduran dan menandai adanya ketidak mampuan mempertahankan diri dari serangan kelompok dan Negara lain.
2.      Teori Daur Cultural Spiral Giambastita Vico (1668-1744)
Menurut teorinya Giambastita Vico membagi sejarah kedalam tiga periode yakni sebaga berikut :
a.      Periode para dewa.
Pada periode ini manusia manusia percaya bahwa manusia di kendalikan oleh kekuatan yang berada di uar dirinya, yakni tuhan. Pada periode ini manusia cenderung berpikir abstrak dan irrasional dimana mitos dijadikan pandangan hidup untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Pada periode ini manusia da individu-individu yang di anggap bisa berkomunikasi dengan tuhan, mereka inilah yang di aklamsikan menjadi penguasa dalam kehidupan masyakat tersebut.


b.      Periode kepahawanan.
Pada periode ini individu yang dianggap istimewah tadi kehilangan kekuasaanya dikarenakan obsolutnya penguasaan mereka dan sering menimbulkan ketidak adilan, hal ini kemudian menjadi dasar perubahan pola pikir masyarakat dari yang abstrak ke sesuatu yang material dimana masyarakat mulai menuntut adanya system politik yang bersifat manusiawi bukanlah dewa.
c.       Periode manusia.
Pada periode ini seiring dengan perkembangan pemikiran manusia yang material tadi maka kemudian berkembanglah pengetahuan untuk menciptakan lingkungan persemakmuran dan struktur organisasi yang jelas dalam bentuk Negara dan kerajaan.
1.      Auguste Comte (1798-1857)
Auguste Comte dilahirkan di prancis pada tahun 1789 M, pemikiran auguste comte tentang sejarah ialah menempatkan sejarah sebuah hukum untuk memahami hukum-hukum dinamika sosial dimana sejarah akan mampu menjelaskan proses  perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu. Aguste comte merumuskan hukum-hukum perkembangan sejarah manusia menjadi stadia yakni :
a.      Theologi.
Menurut comte manusia merupakan mahluk yang memiliki naluri ketuhanan dimana pada proses perkembanganya manusia meyakini adanya sebuah kekuatan supranatural yang di tempatkan pada semua aspek kehidupan di dunia dan merupakan asal dan tujuan dari kehidupanya, dimana masyarakat primitive mempercayai bahwa benda-benda yang ada masing-masing mmemiliki kekuatan supranatural (fetisisme), pada proses selanjutnya pemahaman supranatural mereka berkembang dengan mempercayai bahwa semua hukum-hukum alam seperti matahari, air, api, dll itu masing-masing ada yang mengaturnya (politeisme), titik terakhir kepercayaan manusia yakni dengan mengakui tuhan yang satu yakni (monoteisme).
b.      Metafisik.
Pada tahap ini merupakan peraliihan pemahaman manusia dari bentuk yang supranatural ke dalam bentuk hukum-hukum alam yang abstrak dan benar-benar melekat pada semua benda-benda dan menghasilkan semua gejala. Akal budi merupakan fakultas utama untuk menjeaskan dan fenomena-fenomena abstrak dari hukum-hukum alam tersebut.
c.       Positifistik.
Proses pencarian asal usul kehidupan yang dimulai dengan kepercayaan yang supranatural dan berkembang ke yang abstrak tadi, maka kemudian pada tahap ini proses pencarian kebenaran mengenai asal usul dan tujuan manusia yang di tempatkan pada yang absolut tadi berubah dan manusia mulai menempatkan sebuah kebenaran yang absolute dan hukum-hukum yang tetap tadi pada data empirik dan rasionalitas manusia.
2.      Karl Marx.
Karl Marx merupakan seorang filsuf terkenal dengan dialektika materialismenya beliau lahir di jerman pada tahun 1818 M. menurut marx perkembangan masyakat dan sosial akan sangat bergantung pada pola perekonomianya maka kemudian lahirlah teori kapitalisme, sosialisme dan komunisme.
Perkembangan masyarakat dalam pandangan marx dapat dibagi ke dalam lima tahap yakni primitive, kuno, feodal, kapitalis dan komunis.
a.       Masyarakat primitive dalam pandangan marx pola perekonomianya bersifat komunal dan berdasarkan atas kepemilikan bersama, dalam memenuhi kebutuhan perekonomianya pekerjaan kolektif dalam berburu dan mengumpulkan makanan di llakukan secara bersama.
b.      Masyarakat kuno. Menurut marx pola perkembangan masyarakat primitive tersebut kemudian berkembang yang namanya proses produksi dan perdangan, seiring berkembangya produksi maka sedikit demi sedikit dibutuhkan pekerja yang kemudian terbentuk system perbudakan.
c.       Masyarakat feodal. Menurut karl marx masyakat feodal ini lebih dulu lahir di desa, seiring dengan produksi pertanian maka kemudian terciptalah tuan- tuan tanah dan proses perkembangan perbudakan semakin berkembang.
d.      Masyarakat kapitalis. Perkembangan masyakat yang di pengeruhi oleh dinamika perekonomian tadi, kemudian memberikan memberikan ruang yang besar bagi kaum-kaum saudagar  untuk memproduksi barang sebanyak mungkin dan menyediakan tempat kerja bagi kaum-kaum budak dan buruh tadi, maka kemudian lahirlah kelas – kelas sosial yakni kelas borjuis dan kelas buruh, pada tahap ini mulai timbulah kesenjangan sosial akibat adanya kelas sosial tadi, dimana terjadinya penguasaan yang besar dalam tatanan perekonomian masyarakat.
e.       Masyarakat komunis. Masyarakat komunis ini lahir seiring dengan berkembangnya kaum kapitalis tadi, dimana kesenjangan sosial akibat dominasi kaum bojuis dan kelas – kelas sosialnya, maka kemudian lahirnya komunisme ini untuk meawan kapitalis dan menghapus kelas- kelas sosial yang di ciptakan tadi.
3.      Oswald Spengler.
Menurut Oswald Spengler sejarah merupakan serangkaian peristiwa dari kebudayaan yang transformasinya tak berkesudahan, dimana menurutnya dari semua kebudayaan yang ada pasti mengalami berbagai fase seperti hanya manusia, tumbuhan, waktu, bahkan musim pasti akan melalui empat fase tersebut.
Kebudayaan. Menurut Oswald Spengler empat fase yang akan di lalui oleh kebudayaan itu sendiri ialah pertumbuhan yang merupakan proses awal lahirnya kebudayaan tersebut,perkembangan, kejayaan dan kemuduran, proses seperti ini kemudian juga akan dialami oleh manusia seperti masa muda, masa tua, masa puncak, sampai masa tua.


4.       Arnold joseph Toynbee (1889 – 1975 )
Menurut Arnold Joseph Toynbee sejarah dan hukum-hukumnya pasti akan melewati 4 proses yakni lahir, tumbuh, mandek dan hancur. Dimana proses tersebut sangat di pengaruhi oelh proses interaksi antara manusia dengan alam dan lingkungannya.



BAB III
PENUTUP


Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan itu disebut sumber sejarah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. Dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajaroh), artinya pohon dan keturunan. pengertian sejarah kita dapat definisikan sebagai berikut, sejarah adalah ilmu yang khusus mempelajari kejadian masa yang telah terjadi yang dilakukan oleh aktifitas manusia sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau kejadian yang sebenarnya.




DAFTAR PUSTAKA


Ali, Muhamad, Pengantar Ilmu Sejarah,Pelangi Aksara, 2005.
Burke, Peter, Sejarah dan Teori Sosial, a.b. Mestika Zad dan Zulfani, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah, a.bb. Nugroho Notosusanto, UI-Press, Jakarta, 1985
Schlegel, A.. Grounded Research dalam Ilmu-Ilmu Sosial,IAIN Sunan Kalijaga, Yoyakarta, 1983
Tamburak, E., Rustam, Pengantar Ilmu Sejarah Teori Filsafat Sejarah Sejarah Filsafat dan Iptek, Rineka Cipta, Jakarta, 1999.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar